Arti Hadits
Sabda Nabi Muhammad SAW: “Sesungguhnya agama Islam itu masuk atau berlindung di kota Madinah sebagaimana masuknya atau berlindungnya ular ke lubang sarangnya”
Arti Kata
يأرز : Berlindung dan menetap
الحية : Ular
حجر : Tempat yang digali atau dilubangi oleh binatang buas dan singa untuk dirinya sendiri
Penjelasan Kesulitan Hadits
Hadits ini merupakan Isti’arah dan yang dimaksud sesungguhnya Agama Islam benar-benar berlindung atau berpusat di kota Madinah pusat bagi umat Islam yang berkumpul di sana sebagaimana ular bersarang dilobangnya. Dan asal (arti) diambil dari kata ارزاروزا (berlindung/ berada), bila demikian maka Nabi Muhammad SAW menjadikan kota Madinah sebagaimana lubang sarang binatang buas agar Agama Islam dapat menyusun penjagaannya karena kota Madinah merupakan pusat kota dan kebudayaan.
Lafadz Hadits ditinjau dari Segi Balaghahnya
Pada hadist itu merupakan Isti’arah Thabaiyyah karena menyamakan “menetapnya Agama Islam di kota Madinah dan berkumpulnya orang-orang Islam disana disamakan dengan berlindungnya ular pada lubang sarangnya dengan seluruh perkumpulan dalam segalanya, sedangkan peminjaman kata الأروز dimustaqmakan dengan arti perkumpulan يأرز dengan arti berkumpul menurut metode Isti’arah Thabayyah dan pada hadis itu merupakan Tashbih Mursal karena berlindungnya agama Islam disamakan dengan berlindungnya ular, sedang Adat Tashbih disebutkan.
Keterangan-Keterangan Lainnya
Hadis yang tersebut diatas dikuatkan oleh hadis dibawah ini :
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : إن الإيمان لا بارز إلى المدينة كما تأرز الحية اى جحرها
Artinya: sesungguhnya Rasulullah bersabda ” sesungguhnya iman itu masuk ke Madinah sebagaiman masuknya ular ke lobang sarangnya”.
Sesungguhnya iman itu pada mulanya dan akhirnya berpusat di Madinah karena pada awal Islam setiap orang yang memurnikan Imannya, membenarkan Islamnya, mendatangi Madinah. Maka orang yang berhijrah ke Madinah menjadikan Madinah sebagai tanah airnya atau karena rindu ingin melihat Rasulullah SAW, belajar pada beliau atau hanya ingin dekat dengan beliau. Kemudian setelah itu Khulafaur Rasyidin, jumhur sahabat, tabi’in dan imam-imam yang mendapatkan petunjuk untuk melaksanakan sunnah-sunnah Nabi. dan menyebarkannya. Maka setiap keberadaan iman dapat menyinari dan menghiasi dada mereka berlanjut sampai pada zaman kita, datang ke Madinah untuk berziarah ke makam Nabi SAW semoga mendapat keberkahan dengan menyaksikannya, pengaruh pengaruhnya dan pengaruh-pengaruh sahabatnya yang mulia. Makatak akan datang ke sana kecuali orang yang beriman, demikian pernyataan al Qadi والله أعلم.
Kualitas Hadits
Bila ditinjau dari segi sanad yang muttasil, perowi-perowinya yang shiqoh,tidak ber-shad (janggal) dan tidak ber-illat (cacat) serta ditunjang matan hadis yang tidak bertentangan dengan al-Qur’an, hadis yang lebih sohib dan akal sehat maka status hadis tersebut adalah shohih.