Hadits 5


  • Arti Hadits

Sabda Nabi Muhammad SAW dalam perbincangan dengan orang Anshar, ” kamu sekalian (seperti) pakaian dalam (bagiku) sedang manusia (seperti) pakaian luar Yang dipakai setelah memakai pakaian dalam.”

  • Arti Kata

الشعار : Pakaian (dalam) yang menempel di badan

الدثار : Pakaian luar yang dipakai diatas pakaian yang pertama

  • Penjelasan Kesulitan Hadits

Hadits ini merupakan Majaz karena Nabi SAW menghendaki kamu sekalian merupakan orang terdekat kepadaku dan lebih sangat perhatian kepadaku, maka kamu sekalian kepadaku seperti pakaian dalam yaitu pakaian yang melekat pada badan manusia, secang manusia-manusia itu seperti pakaian luar karena sesungguhnya mereka lebih jauh kepadaku dan kamu sekalian berada di antara mereka dan aku. Demikian ini sebagaimana perkataan orang-orang Arab: “fulan termasuk kain penutup, fulan adalah merupakan Kinayah karena dekatnya dan dikhususkannya lafaz بطانه karena serupa dengan kain penutup yang menempel ke jasad dan menjadilah ia lebih dekat ke badan.

  • Lafadz Hadits ditinjau dari Segi Balaghahnya

Pada hadis tersebut terdapat Tasbih Baligh karena orang-orang Ansor diserupakan dengan pakaian dalam karena dekatnya (dengan Nabi) sedang manusia seperti pakaian luar karena jauhnya (dengan Nabi), sedang Mushabbah dan Mushabbaha Bihi keduanya maujud, adat tasbih dan wajh al tasbih dibuang.

  • Keterangan-keterangan Lainnya

Menurut ahli Lughoh الشعار adalah pakaian yang menempel ke badan. Sedangkan ju adalah di atas pakaian dalam. Adapur arti hadits  الانصر  adalah orang-orang yang menjadi pakaian penutup, orang orang khusus, sahabat karib, orang yang paling dekat denganku (Nabi) dari pada manusia yang lain, ini termasuk bagian dari sejarah mereka karena keutamaan mereka yang berkilauan.

  • Kualitas Hadits

Ditinjau dari Sanad hadis yang muttasil dan perowi perowinya yang thiqoh, tidak ber-illat dan tidak shadz maka Sanad hadits tersebut shahih, apalagi ditunjang oleh Sanad al-Bukhari. Begitu juga bila ditinjau dari segi Matan yang tidak bertentangan dengan al Qur’an, hadis yang lebih shahih dan akal sehat maka kualitas hadis tersebut adalah shahih.