Hadits 15


  • Arti Hadits

Sabda Nabi SAW kepada Abd Allah Ibn al-‘As tentang bangun malam dan puasa di siang hari, sabdanya: Sesungguhnya kamu bila mengerjakan demikian masuk ke dalam (cekung) matamu dan lemah dirimu.

  • Arti Kata

هجمت : Masuk ke dalam

تهمت : Lemah

  • Penjelasan Kesulitan Hadits

Sabda Nabi SAW “cekung matamu” adalah Isti’arah karena sesungguhnya yang dimaksud dengannya adalah masuknya kedua mata kedalam (cekung) itu disebabkan karena lemahnya bangun malam dan karena sedikit masa untuk makan. Demikian itu diambil dari pendapat orang Arab: Fulan masuk ke dalam Fulan ketika masuk dengan sungguh-sungguh cepat dan ketakutan. Dikatakan juga: Rumah masuk kedalam rumah mereka ketika rumah merobohi mereka. Maka Nabi SAW menyamakan hal yang melampaui batas, masuknya mata kedalam rangka kepala dengan masuknya seorang lelaki kedalam sungguh-sungguh atau dengan kejadian robohnya rumah.

 

Maka penyamaan dengannya, pertama karena memper olehnya pada masuknya dan penyamaan dengan yang kedua karena bergesernya dari tempatnya. Dan arti “lemah jiwamu” maksudnya ialah menimpa pada dirinya malas hal tersebut disebabkan letih dan lelah.

  • Lafadz Hadits ditinjau dari Segi Balaghahnya

Dalam hadis sebagainya telah disebutkan oleh Nabi SAW adalah merupakan Isti’arah Taba’iyah yaitu pada hadis هجمت عيناك karena cekungnya mata dan masuknya mata kedalam kerangka mata disamakan dengan masuknya seseorang ke dalam disebabkan adanya fitrah dan tiba-tiba dengan segala kejahatan masuk kedalam dengan arti غار (cekung) dengan arti هجمت  menurut metode Isti’arah Taba’iyah.

  • Keterangan-Keterangan Lainnya

Penulis meneliti di shahih Bukhori bukan تهمت tetapi نفهت, penulis meyakini tulisan تهمت sesuai bila hubungannya adalah lemah, maka   نفهت sesuai bila dihubungkan النفس dan فإنك إذا فعلت ذالك هجمت عينك.

Hadis tersebut datang karena Abd Allah Ibn Amr Ibn al-As melakukan puasa setahun penuh dan selalu bangun malam untuk beribadah, Nabi SAW mengingatkan “Hai lakukanlah demikian maka matamu cekung, lemah, badan maupun mata juga lemah dan letih sebaiknya kamu cukup puasa tiga hari saja dalam satu bulan, sama dengan satu tahun صوم ثلاث أيام صوم الدهر كله.

Puasa dalam sebulan tiga hari itu kebaikannya sepuluh kali lipat maka sama dengan puasa setahun. “Sama dengan puasa setahun” itu majaz karena persamaan itu tidak mesti sama dari seginya.

Abd Allah Ibn amr Ibn As usul pada Nabi SAW: Wahai Rasul Allah, saya kuat lebih dari tiga hari itu. Ingat wahai Abd Allah, matamu punya hak, badan dan keluargamu punya hak. Bagaimana kalau lima hari… 7 hari… 9 hari… 11 hari… 12 hari… 15 hari wahai Rasul Allah? Iya bila demikian puasalah satu hari dan berbukalah dua hari. Abdullah bin Amr bin Ash usul lagi “Saya kuat lebih dari itu wahai Rasul Allah”. Kalau begitu puasalah seperti Nabi Dawud as, satu hari puasa satu hari berbuka dan tidak usah meninggalkan, bila ada kesulitan, karena tidak ada puasa melebihi keutamaan puasa Nabi Dawud As.

  • Kualitas Hadits 

Ditinjau dari segi sanad yang muttasil, perawi-perawinya yang thiqoh tidak cacat dan tidak janggal maka sanad hadits ini adalah sahih, ke-shahih-an sanad ditunjang oleh matan hadis yang sahih karena matan hadis tidak bertentangan dengan akal sehat maka status hadis ini adalah sahih.