Pengerian Hadis Matruk


Hadis Matruk adalah yang diriwayatkan oleh seseorang yang tertuduh dusta (terhadap hadis yang diriwayatkannya), atau tampak kefasikannya baik pada perbuatan atau pada perkataannya atau orang banyak lupa atau banyak ragu.

Penyebab tertuduhnya seorang rawi bahwa dia berdusta adalah:

  • Hadits tersebut hanya diriwayatkan dari jalannya saja dan hadits tersebut menyelisihi kaidah-kaidah yang yang sudah dimaklumi, yaitu kaidah-kaidah umum yang telah disimpulkan oleh para ulama dari seluruh dalil yang shahih.
  • Rawi tersebut terkenal dengan dusta dari bicaranya pada waktu biasa namun tidak terlihat bahwa dia berdusta di waktu menyampaikan hadits.
  • Periwayatan hadis yang menyendiri atau hanya dia sendiri yang meriwayatkannya. Hal ini dikarenakan tidak seorangpun yang meriwayatkannya selain dia.

Contoh hadits Matruk adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dari jalan Juwaibir bin Sa’id al-Azdi dari ad-Dhahhak dari Ibnu Abbas dari Nabi Sallallahu ‘Alahi Wasallam bahwa beliau bersabda:

عليكم باصطناع المعروف فإنه يمنع مصارع السوء و عليكم بصدقة السر فإنها تطفئ غضب الرب عز وجل

“Hendaklah kalian selalu berbuat ma’ruf (baik), karena itu akan menahan keburukan dan hendaklah kalian bershodaqoh dengan cara sembunyi karena hal itu dapat memadamkan kemarahan Rabb (Tuhan) ‘Azza Wajalla”

Hadits dengan sanad ini di dalamnya terdapat Juwaibir bin Sa’id al-Azdi yang mana imam Nasa’i, Daruquthni dan yang lainnya mengatakan bahwa dia matrûkul hadîts, menurut Ibnu Ma’in: tidak apa-apa.

Hadits matruk adalah hadits terburuk setelah hadits mawdhu’ dan tidak dapat dijadikan hujjah serta tidak dapat diamalkan sama sekali, karena cacat yang sangat fatal dari rawinya yang tertuduh dusta.