- Arti Hadits
Sabda Nabi Muhammad SAW : “Sesungguhnya sebagian dari kecerdasan hati itu adalah sihir.”
- Arti Kata
البيان : Mendengarkan sesuatu dengan kagum
السحر : Pendengaran yang dikagumi
- Penjelasan Kesulitan Hadits
Perkataan (hadits ini) adalah majaz sedangkan yang dimaksud adalah sesungguhnya kecerdasan hati itu betul-betul memainkan kartu permainan, berbuat halus, indah kelihatan, dan penampakannya, sehingga dapat merubah manusia dari keadaan marah menjadi riho dan lemah lembut, dapat melepaskan perasaan dengki, merusak ikatan jahat dan dapat menghentikan segalanya, sehingga dapat kembali (baik), dapat merubah malapetaka sehingga terjadi (sebagaimana yang diinginkan) dapat menjadikan orang yang bersengketa sangat kuat menjadi cocok dan bersatu, yang jauh menjadi dekat.
Sihir itu pada asalnya adalah penipuan, pemalsuan, permainan curang, dan penggelapan, sementara ada orang yang berpendapat sihir itu adalah sesuatu yang dapat memindahkan anda dari suatu keadaan kepada yang lain. Orang-orang Arab berkeyakinan bahwa sihir itu dapat menyesatkan beberapa segi seperti dapat membolak-balik hati, menyakiti badan, membodohkan orang yang berakal, memisahkan dua sejoli yang sedang jatuh cinta, dapat menyatukan dua pasangan yang saling benci.
Dan ini arti yang hakiki, memindahkan suatu keadaan pada keadaan yang lain, menurut kita adalah batil kecuali bila memang dikehendaki demikian, sebagaimana pendapat yang diterangkan di atas. Pendapat ini mengarah pada apa yang telah disampaikan oleh Nabi SAW bukan sebagaimana pendapat yang diberikan oleh orang orang bodoh dan golongan orang jahiliyah.
- Lafadz Hadits ditinjau dari Segi Balaghahnya
Pada hadis ini merupakan Isti’arah Tashrihiyyah karena menyamakan perkataan yang baik dengan sihir pada pengaruh pendengar. Pemakaian lafadz Musabbah Bih pada Musabbah merupakan metode Isti’arah al Tashrihiyyah.
- Keterangan-Keterangan Lainnya
Ada dua orang lelaki (al Hasan yang berjulukan al Zibriqan karena gantengnya sebab Zibriqan itu adalah nama dari bulan, ia adalah anak badar dan yang kedua bernama Amr Ibn al Ahtam, keduanya tersebut dari suku Bani Tamim dan sebagai delegasi Bani Tamim berkunjung pada Nabi SAW pada tahun 9 H lalu berkata : Wahai Rasul Allah saya ini pemimpin Bani Tamim, saya mencegah mereka melakukan kedholiman dan mengambil hak-hak mereka. Lalu keduanya berpidato ternyata orang-orang sama ta’jub atas pidatonya karena kepandaiannya berbicara lalu Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya dari kecerdasan hati (kepandaian) berbicara itu adalah seperti sihir.
Sabda Nabi SAW : وإن من البيان سحرا menurut Abu Ubaid adalah sesungguhnya sebagian dari kefahaman dan kecerdasan hati seperti sihir. Menurut al Qadi hadis tersebut terdapat dua ta’wil.
- Kualitas Hadits
Bila ditinjau dari segi Sanadnya yang Muttasil, perowi-perowi yang thiqoh, tidak ber-shad (janggal), dan tidak ber-illat, dan ditunjang oleh Matan yang tidak bertentangan dengan al-Qur’an, hadis yang lebih sobih dan akal maka Status Hadis adalah shahih. Al Tumudhi menilai status hadis tersebut adalah hasan sobib, hasan karena Qobisoh kurang ke-dhabit-annya, namun yang mengherankan Qobisoh adalah rowi dari jalur al-Bukhori, sedangkan perowi-perowi dari jalur al Turmudhi semuanya adalah thiqoh juga kenapa al-Turmudhi (w. 275H) mengatakan hasan bukan dari teorinya sendiri tapi mengikuti teori ibn Hajar (w 852 H). Kalau memang ibn Hajar yang mengikuti al-Turmudhi kenapa definisi hasan al-Turmudhi berbeda dengan definisi ibn Hajar