Hadits 19


  • Arti Hadits

Sabda Nabi Muhammad SAW tentang wasiat dimana Usamah Ibn Zayd berwasiat ketika ia menghendaki pasukannya ke mu’nah untuk membalas dendam ayahnya (Zayd) dengan kata-kata yang panjang : “Ketahuilah sesungguhnya surga itu dibawah pedang.”

  • Arti Kata

الجنة : Kebun Surga

البارقة : Pedang/ perang

  • Penjelasan Kesulitan Hadits

Perkataan hadits ini adalah majaz (qiyasan) البارقة disini adalah pedang, namun pada hakikatnya surga itu bukan di bawah pedang, tapi yang dimaksud adalah sesungguhnya sabar itu di bawah pedang karena memerangi orang-orang kafir dan menghadapi musuh agama. Ditetapkan orang-orang yang sabar itu masuk surga dan menempati rumah yang aman, maka ketika demikian itu menjadi sebab masuk surga dan sampai pada kenikmatan surga, boleh bila menyebutnya dengan nama surga.

  • Lafadz Hadits ditinjau dari Segi Balaghahnya

Pada lafaz hadis itu majaz mursal, hubungannya adalah Shahabiyah, karena diucapkan surga sedangkan yang dimaksud adalah sebab-sebabnya (masuk surga) yaitu sabar yang dapat menyampaikan ke surga.

  • Keterangan-Keterangan Lainnya

Hadis dalam Kitab Shahih al-Bukhari adalah:

واعلموا أن الجنة تحت ضلال السيوف

“Ketahuilah sesungguhnya surga itu di bawah bayang-bayangan pedang.”

Maksudnya sesungguhnya pahala dari Allah itu menjadi sebab masuknya ke surga ketika pedang itu dipakai di jalan Allah. Ini termasuk majaz Baligh karena sesungguhnya bayang-bayangan sesuatu bila lazim dan tidak diragukan lagi, maka sesungguhnya pahala jihad itu adalah surga, seakan-akan bayang-bayangan pedang terkenal dalam perang di bawahnya surga, maksudnya lazimnya itu adalah surga demikian itu nyata. Mengkhususkan pedang karena pedang itu adalah alat perang yang agung dan bermanfaat karena pedang itu cepat untuk membunuh.

وقال أبو محمد في حديث عمار رضي الله عنه، أنه قال: الجنة تحت البارقة

  • Kualitas Hadits 

Bila ditinjau dari sanad, sanadnya muttasil, perowi-perowinya thiqoh tidak janggal dan tidak ber-illat maka hadits ini shahih. Bila ditinjau dari segi matan, tidak bertentangan dengan Alquran, hadis yang lebih shahih beserta akal sehat maka hadis tersebut shahih.