Hadits 4


  • Arti Hadits

Sabda Nabi SAW : Dan Sungguh telah disebutkan di sisi Nabi yaitu Syarih al-Hudriy, laki-laki itu tidak berbantalkan dengan Al-Qur’an.

  • Arti Kata

ذلك : Isim isharah lilmutawassid

يتوب : menjadikan dibawah kepalanya/ bantal

  • Penjelasan Kesulitan Hadits

Hadits ini termasuk Isti’arah Ajibah dan Kinayah yang mengandung dua arti, salah satunya pujian dan yang lain celaan. Adapun yang berarti pujian maka yang dimaksud ialah sesungguhnya laki-laki tersebut tidak tidur karena selalu baca al-Qur’an, bahkan malam harinya dihabiskan untuk bertahajjud dan baca al-Qur’an. Maka jadilah ia selalu mempelajari al-Qur’an seperti orang yang berselimut al-Qur’an.

Sedangkan yang tidur seperti orang yang berbantalkan al-Qur’an, seakan-akan Alquran dijadikan bantal untuk kepalanya dan alas tidurnya untuk badannya. Ada hadis Nabi SAW yang memperkuat pendapat itu, “ Wahai orang yang ahli baca Alquran, jangan berbantal ( tidur melupakan) Al Quran, bacalah Alquran dengan bacaan yang benar.

Adapun arti yang lain mengandung arti celaan maka yang dimaksud sesungguhnya lelaki itu hafal Alquran maka ia bukan orang yang menyimpan perbendaharaan Alquran dan tidak orang yang memperhatikan hafalannya, bila Ia tidur, ia tidak menjadikan bantal Alquran sebagaimana Ia tidak berbantalkan Alquran.

Dan Seperti hal itu, ada hadis yang diriwayatkan dari Abi Darda’, bahwa sesungguhnya Dia berkata pada seseorang yang mencari ilmu,”Sungguh hendaklah engkau berbantal ilmu, itu lebih baik daripada engkau berbantal bodoh”. Yang dimaksud ialah apabila engkau tidur sedang engkau bersama ilmu, itu lebih baik daripada engkau tidur bersama kebodohan tentang, maka ilmu jadikan seperti alas tidur yang dibentangkan, bantal yang ditidurkan. 

  • Lafadz Hadits ditinjau dari Segi Balaghahnya

Hadis ini merupakan isti’arah thabaiyyah orang yang selalu membiasakan baca Alquran disamakan dengan menjadikan bantal, dan memustaqmakan lafadz التوسد dengan arti الملازمة sedangkan يتوسد (menjadikan bantal) dengan arti يلازم (membiasakan) menurut metode isti’arah thabaiyyah.

  • Keterangan-keterangan Lainnya

Dalam syarah Sunan Nasa’i dijelaskan bahwa (لايتوسد) itu dihubungkan dengan Alquran pada yang bersungguh, maksudnya kesungguhannya ketika menjadikan Alquran diletakkan di bawah kepalanya. Dalam Kamus ada arti pujian dan celaan, sedang arti pujian yaitu tidak mencabut Alquran dan tidak menjauhi Alquran sebagai bantal tetapi mengagungkan Alquran. Yang lain berarti celaan yaitu tidak membalikkan bacaan Alquran seperti orang tidur yang membalikkan bantalnya. Yang pertama berdasarkan sabda Nabi SAW, “Sesungguhnya lelaki itu berkata pada Abi Darda’ ” Sesungguhnya saya menghendaki untuk mencari ilmu namun aku telah menyia-nyiakan lalu Abi Darda menjawab “Berbantal ilmu pengetahuan lebih dari pada berbantalkan kebodohan.

  • Kualitas Hadits

Bila ditinjau dari sanad yang muttasil, perowi-perowi yang thiqob tidak ber-illat (cacat) dan tidak shadz (berjangga) serta Matan hadis yang tidak bertentangan dengan Alquran, hadis dan akal sehat maka status hadis di atas adalah Shahih.