Hadits 9


  • Arti Hadits

Sabda Nabi Muhammad SAW: “Orang mukmin itu cermin bagi saudaranya.” Dan dalam riwayat lain: “Cermin saudara orang mukmin dapat dilihat kebaikan dan keburukan.”

  • Arti Kata

مرأة : Dengan kaca seseorang dapat dilihat bentuknya

حسنة : Kecantikannya, kecantikan kebalikan dari jelek

قبحه : Kejelekannya

  • Penjelasan Kesulitan Hadits

Hadis ini merupakan Taşbih Baligh dan Isti’arah. Sedangkan yang dimaksud adalah sesungguhnya orang mukmin dapat memberi nasehat kepada saudaranya yang mukmin adalah orang yang dapat dilihat kedewasaannya (kecerdasannya). Dikatakan juga, orang yang takut terjadi adanya kecacatan pada dirinya maka jadilah ia seperti cermin bagi saudaranya yang dapat dilihat kebaikannya. Kebaikannya semakin bertambah dan ia dapat melihat pula kejelekannya, makanya ia selalu menghindari kejelekannya itu.

  • Lafadz Hadits ditinjau dari Segi Balaghahnya

Pada hadis tersebut terdapat Tasbih Baligh karena hubungan orang mukmin dengan saudaranya yang mukmin disamakan dengan cermin yang dapat menampakkan bentuk (gambar).

Sesungguhnya cermin itu dapat terlihat gambar demikian juga orang-orang mukmin dapat dilihat oleh saudaranya, pengaruh perbuatannya baik itu kebaikan atau keburukan. Dinasehati bila jelek dan dipuji bila baik. Maka jadilah seperti cermin menampakkan gambar baik atau buruk. Asal dari kalimat: orang-orang mukmin itu seperti cermin bagi saudaranya yang mukmin pada penampakan gambar perbuatannya dan dibuang al Adat al Tashbih dan Wajh al Shibhi.

  • Keterangan-keterangan Lainnya

Orang mukmin itu cermin dari orang mukmin dan orang mukmin itu saudaranya orang mukmin sekiranya bila bertemu dengan orang mukmin, ia dapat mencukupi, memenuhi kesulitannya dan menjaga dari belakangnya.

Juga ia dapat melihat saudaranya terhadap apa yang ia tidak dapat melihat kecacatan dirinya sendiri, maka dengan melihat pada saudaranya ia dapat mengetahui kecacatan dirinya.

Menurut Ibn Main hadis tersebut tidak kuat sedang menurut al Nasa’i hadis itu Doif, ironinya al Bukhari dan Abu Dawud mengeluarkan dan meriwayatkan hadis ini. Oleh karena itu perlu dicek kebenarannya.

Tak jauh dengan pendapat di atas, al- Saharan Furi juga berpendapat bahwa المؤمن مرأه المؤمن artinya sesungguhnya kaca itu dapat melihat manusia, apa yang disembunyikan olehnya dari bentuknya (gambarnya) untuk memperbaiki apa yang dibutuhkan untuk perbaikannya, begitu juga orang mukmin pada orang mukmin seperti kaca maka hilanglah cacat pada dirinya disebabkan ia melihat pada saudaranya dan menjadikan sebagai peringatan.

Ibn al Arabi berkata yaitu untuk menjadikan dirinya itu bersih dengan melihat pada kenyataan saudaranya, demikian itu seperti menjadikan cermin.

  • Kualitas Hadits

Bila hadis tersebut ditinjau dari sanadnya yang muttasil perowinya yang thiqoh, tidak ber-Illat dan tidak shadz, apalagi ditunjang matan yang tidak bertentangan dengan Alquran, hadis yang lebih shahih dan’ akal yang sehat maka kualitas hadis tersebut adalah shahih.