Hadits 20


  • Arti Hadits

Sabda Nabi Muhammad SAW dalam masalah sanak kerabat: “Bahwa sanak kerabat itu bagian dari Allah.”

  • Arti Kata

الرحيم : Sanak kerabat (القرابة)

شجنة : Bagian (شعبة)

  • Penjelasan Kesulitan Hadits

Perkataan hadis ini adalah majaz karena sesungguhnya asal kata الشجنة adalah nama bagi cabang/bagian dari beberapa bagian/cabang sesuatu yang berhubungan dengan pohon. Ada yang berpendapat pohon yang bercabang ketika melilit sebagiannya pada sebagiannya yang lain, dan ada juga perkataan orang Arab bahwa hadis itu bercabang dan mempunyai cabang, maksudnya cabang yang bercabang maka disebutlah sebagiannya atau cabangnya adalah cabang dan berlakulah yang awal menjadi akhir.

Dan dikatakan pula sesungguhnya cabang-cabang itu adalah cabang yang sampai pada jurang (cabang itu merupakan jalan ke jurang), maka bolehlah bila hadits itu serupa dengan jurang karena banyaknya ujungnya dan sesuatu berhubungan yang akhir dengan yang awal. 

Maksud dari disini adalah serupanya sanak kerabat dengan cabang yang berhubungan dengan pohon, maka ia bagian darinya dan serupa dengannya, begitu juga sanak kerabat wajib silaturahminya kepada orang yang wajib mendapatkan haknya (silaturahmi).

 

Dan boleh juga bila disamakan bagian-bagian jurang karena hubungan dengannya sebagaimana perkataan kita pada bagian-bagian hadis dan sabda Nabi SAW dari Allah, yang dimaksud sesungguhnya Allah SAW menjadikan hak kerabat itu wajib dan mencela kerabat itu lumrah, terkadang boleh bila yang dimaksud demikian itu adalah sesungguhnya Allah SWT menetapkan bersilaturahmi pada kerabat, pemimpin menjaga umatnya, maka seakan-akan ia ada hubungan dengan Allah SWT, ini menurut metode perumpamaan, bukan menurut metode tahqiq karena Allah SWT mengagungkan hak kerabat, benci pada orang memutuskan silaturahmi dan senang pada orang yang suka bersilaturahmi.

  • Lafadz Hadits ditinjau dari Segi Balaghahnya

Hadis tersebut merupakan Tasbih Baligh karena sanak kerabat disamakan dengan cabang dan sanak kerabat itu bagian (cabang) dari Allah SWT. Seakan-akan sanak kerabat itu bagian yang dapat menghubungkan atau mempertemukan dengan Allah SWT, dan ini menurut teori Tamthil karena Allah SWT bukanlah Dzat yang berjisim dan jisim tidak dapat bertemu dengan Allah. Dibuang Adat Tashbih dan Wajh Tashbih. Sedang Wajh Shibih-nya di sini adalah barokah dan karomah dari silaturahmi, sebagaimana barokah dan karomah silaturahmi itu bagian dari Allah.

  • Keterangan-Keterangan Lainnya

Dalam hadis ini Sunan al Turmudhi menjelaskan Hadis Nabi SAW Sanak kerabat itu bagian dari Allah barang siapa yang menyambungnya maka Allah menyambungnya, barang siapa memutusinya maka Allah memutusinya.

 

Sanak kerabat diberi nama dari nama Allah (الرحيم) sebagai mana hadis Abd al Rahman Ibn Auf dalam kitab al Sunan yang merupakan hadis marfu’: saya adalah Dzat yang belas kasihan, saya menciptakan sanak kerabat dan saya beri nama dari namaku. Yang dimaksud adalah bahwa sanak kerabat itu merupakan bagian yang berjalin dari Allah, maka siapa saja yang memutuskan sanak kerabat maka ia terputus dari Allah.

Imam Ismail berpendapat: bahwa arti hadis “Sesungguh nya (الرحم) itu mustaq dari nama Allah dan sanak kerabat itu ada hubungan dengan Allah. Tapi bukan termasuk Dzat Allah. 

  • Kualitas Hadits 

Al Tirmidhi menilai status hadis tersebut adalah hasan shahih sedang al Bukhari pada hadis yang semakna menilai status haditsnya adalah shahih.