- Arti Hadits
Sabda Nabi Muhammad SAW: “Janganlah engkau berjalan mundur.”
- Arti Kata
اعقاب : jama’ dari عقب (melambangkan telapak kaki)
القهقرى : kembali mundur
- Penjelasan Kesulitan Hadits
Hadis ini termasuk Isti’arah, dan yang dimaksud ialah janganlah engkau kembali pada agamamu sekalian dan janganlah engkau kufur setelah engkau beriman, maka jadilah engkau seperti orang yang kembali mundur, kembali ke masa lalu, mundur setelah maju, ini ditinjau dari satu segi. Dan kadang-kadang yang dimaksud adalah jangan kamu sekalian menoleh kepada agama (yang lalu) sebagai orang yang kembali beneran dan tinggalkanlah agama itu. Ungkapan kembali sesudah pergi dengan kembali mundur karena sesungguhnya dari kebiasaan orang-orang Arab mengatakan fulan kembali mundur ketika membelakangi tujuannya atau arahnya atau berbeda dengan tujuannya sedangkan dua arti tersebut berdekatan.
- Lafadz Hadits ditinjau dari Segi Balaghahnya
Hadis tersebut merupakan Isti’arah Tamstiliyah karena meninggalkan agama Islam dan kembali kepada kekafiran disamakan dengan meninggalkan tujuannya, memutarkan telapak kakinya, kembali ke belakang dan dipakai lafadz, Dal sebagai Musyabbah Bih dalam penyerupaan menurut metode Isti’arah Tamstiliyah.
- Keterangan-Keterangan Lainnya
Ditemukan dalam musnad Ahmad sebagai berikut :
حدثنا عبدالله حدثني أبي حدثنا خلف بن الوليد حدثنا عباد بن عباد عن مجالد عن الشعبي عن جابر بن عبدالله قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لكم اليوم عل دین والی شکاری بگم الأمم فلات شیوا بعدى القهقرى
Menceritakan kepada kita Abd Alloh menceritakan kepada kami Khalaf ibn al Walid menceritakan kepada kami Ubaid ibn ‘Ibad dari al Sha’bi dari Jabir ibn Abd Alloh berkata, Rasul Alloh bersabda: Sesungguhnya kamu sekalian sekarang beragama Islam, dan sesungguhnya saya memperbanyak umat dengan kamu sekalian, maka janganlah kamu sekalian berjalan mundur (kembali pada agama lamamu) sesudah aku (tiada).
- Kualitas Hadits
Penulis mencari hadis aslinya belum menemukan sedangkan yang ditampilkan dalam skema ada sanad hadis-hadis pendukung. Bila penulis meneliti sanad pada jalur Ahmad Ibn Hanbal adalah sohih karena penulis lebih mengutamakan ta’dil daripada jarh, apalagi bila meneliti sanad pada jalur al Bukhori dan Muslim ada hadis yang lebih shahih.