Hadits 10


  • Arti Hadits

Sabda Nabi SAW pada seorang lelaki, dikatakan padanya: Bahwa sesungguhnya dia tidur meninggalkan shalat sampai shubuh tiba, lelaki itu telinganya dikencingi oleh setan.

  • Arti Kata

ذاك : Isim Isyaroh

الشيطان : Roh yang Jahat

  • Penjelasan Kesulitan Hadits

Hadits ini adalah majaz (kiasan) karena sesungguhnya Nabi SAW bermaksud, sesungguhnya setan itu suka merusak dan mencerai-beraikan seseorang, syetan berbicara pada orang yang tampak lemah dan mengencingi kelemahannya. Dan asal بال adalah diambil dari kerusakan, maka seakan-akan Nabi SAW menghendaki bahwa setan itu sungguh-sungguh telah merusak-nya dan membuka talinya. Diungkapkan pada merusaknya itu dengan berkencing karena diserupakan dengan berkencing di air, dimana kencing itu dapat merusak rasanya maka tidak dapat diminum.

  • Lafadz Hadits ditinjau dari Segi Balaghahnya

Hadis tersebut merupakan Isti’arah Tabaiyyah karena merusaknya/mengganggunya setan pada orang tidur sampai meninggalkan shalat disamakan dengan setan berkencing pada telinganya,, dengan segala kerusakan pada segalanya dengan memotong lafaz البول dengan arti الاعواء berkencing artinya mengganggu/merusak menurut metode Isti’arah Tabaiyyah, dan boleh merupakan Kinayah dari افسادة (merusak) karena merusak (mengganggu) dan berkencing di telinga itu dapat merusak telinga.

  • Keterangan-Keterangan Lainnya

Para ulama berbeda pendapat dalam mengartikan hadis ini Ibn Qataybah berpendapat bahwa setan itu . بال الشيطان في اذنه merusak manusia, sedangkan Mahrab al-Tahay dan lain-lain mengartikan bahwa hadis itu merupkan penyamaan kata dan Isarah kepada kepemimpinan dan penguasaan syetan pada orang yang tidur sebelum melakukan shalat dan syetan mengikat di atas kepala orang itu lalu syetan berkata: (Hai orang yang tidur, tidurlah sepuasmu) malar masih panjang untukmu dan biarkan malam itu berjalan semaunya, yang lainpun berpendapat bahwa maksud hadis tersebut ialah: untuk orang yang meremehkan orang lain dan menipunya disebabkan syetan berkencing di telinganya menurut al-Harabit bahwa orang yang tidur yang belum şolat.

  • Kualitas Hadits

Sesuai yang telah disebutkan dalam kitab Şahih Bukhari dan Muslim bahwa status hadis tersebut shahih maka penulis juga berpendapat bahwa hadits tersebut sabib dengan bukti-bukti yang ada.