Hadits 22


  • Arti Hadits

Sabda Nabi SAW: “Tidak ada dari setengah yang diminum manusia, lebih besar pahalanya di sisi Allah selain daripada setengah kemarahan (sabar) karena Allah”

  • Arti Kata

جرعة    : Minuman, tegukan

أجر    : Pahala

غيظ    : Kemarahan

  • Penjelasan Kesulitan Hadits

Pernyataan ini merupakan majaz, maksud dari seteguk tegukan kemarahan di sini adalah bersabar ketika di puncak kemarahan dan menahan diri ketika cemas/gelisah dan meninggalkan dari mengikuti dorongan hawa nafsu, menuju kepada sesuatu yang dapat mendatangkan obat dari kemarahan atau menghilangkan kesusahan atau melepaskan ikatan (kemarahan) atau perbuatan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, menyempurnakan pahala-Nya dan mencegah diri/ menghindari dari siksaan-Nya. Nabi SAW menyerupakan hal yang demikian itu dengan seteguk (minuman), karena sesungguh-nya manusia seakan akan dengan menahan seteguk marah dan bersabar itu, sungguh cukup sulit bahkan sangat pahit kemudian memudahkan penegasannya dengan semangat, sebagaimana ungkapan seorang penyair:

Kami telah meneguk kemarahan, sehingga seandainya kami disiram dengan darah Bani Umayyah, tidak kami merasa puas.

Telah diriwayatkan sebuah hadis yang berbeda dengan lafaz ini, yakni sabda Nabi SAW: tidaklah seorang hamba yang meminum seteguk yang lebih disukai oleh Allah ketimbang dari seteguk kesusahan, dia mengembalikannya dengan bagus-nya kesabaran atau setegukan kemarahan yang dia mengembalikannya dengan kebijaksanaan.

  • Lafadz Hadits ditinjau dari Segi Balaghahnya

Dalam hadis tersebut terdapat Tashbih Baligh dengan meng-idhafah-kan mushabbah bih untuk shabah (penyerupaan), seperti ungkapan para ulama telah hilang keaslian yakni kemarahan seakan akan sesungguhnya kemarahan itu adalah tegukan obat yang pahit yang menyulitkan orang, kemudian jadilah kemarahan itu seperti tegukan obat dan bersabar dari kemarahan itu seperti bersabar dalam merasakan pahitnya obat.

  • Keterangan-Keterangan Lainnya

Dalam kitab Musnad Ahmad Ibn Hanbal hadisnya berbunyi:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “ما تجرع عبد جرعة أفضل عند الله عز وجل من جرعة غيظ يكظمها ابتغاء وجه الله تعالى

Rasulullah bersabda:

Tidak ada dari seteguk yang diminum seseorang lebih utama di sisi Allah Azza Wa Jalla dari seteguk kemarahan yang ia dapat menahannya untuk mencari ridha Allah SWT.

Sedang dalam Kitab Sunan Ibnu Majah tertulis :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “ما من جرعة أعظم أجرا عند الله من جرعة غيظ

كظمها عبد ابتغاء وجه الله

Maksud dari hadis tersebut di atas ialah barang siapa yang dapat menahan amarah walaupun ia menghendaki untuk marah maka Allah besok pada hari kiamat memenuhi hatinya dengan keridhaan. Dalam riwayat lain, Allah memenuhi hatinya dengan keamanan dan keimanan, juga dalam riwayat yang lain lagi Allah memenuhi hatinya dengan kecerdasan kepalanya.

Tidak jauh berbeda dengan riwayat di atas ternyata Allah memilih dan mengangkat orang yang dapat menahan marah itu sebagai pemimpin para makhluk Allah.

  • Kualitas Hadits

Bila ditinjau dari sanad yang muttasil, perawi-perawi yang thiqoh tidak ber-illat dan tidak janggal maka sanad hadis di atas adalah sahib apalagi ditinjau dari segi matan yang tidak bertentangan dengan al-Qur’an, hadis yang lebih tinggi derajatnya dan akal sehat maka status hadis adalah sahih.

Imam al-Turmudzi menilai hadis di atas adalah hasan sahib, menilai sobib sama dengan penilaian ulama hadis yang lain tetapi menilai basan karena Hisham kurang ke-dhabit-annya maka penilaian Hasan tidak mengikuti teori Ibn Hajar. Namun yang perlu dianalisa, kenapa Imam Turmudzi memberi definisi hadis Hasan berbeda dengan hasil penelitiannya.