Hadits 12


  • Arti Hadits

Sabda Nabi Muhammad SAW: “Mimbarku ini termasuk kebun dari kebun surga.”

  • Arti Kata

الترعة : Kebun atau air kebun

المنبر : Tempat yang tertinggi yang dinaiki khatib atau orang yang yang berceramah

  • Penjelasan Kesulitan Hadits

Telah diterangkan dalam penafsiran الترعة ada tiga pendapat, salah satunya ialah nama pada tangga, yang kedua adalah nama pada kebun (Roudhoh) tempat yang tinggi yang khusus, yang ketiga adalah nama bagi pintu.

Kalimat hadis ini adalah majaz pada tiga pendapat itu, yang semuanya condong pada satu makna. Apabila berarti tangga, maka yang dimaksud sesungguhnya mimbar Nabi SAW merupakan jalan untuk sampai pada tangga surga, karena Nabi SAW di atas mimbar mengajak orang-orang untuk selalu beriman dan membaca nasehat al Qur’an, menakut-nakuti, mencegah, memberi kabar, ancaman dan memberi kabar gembira.

Bila bermakna pintu maka pendapat dari dua pendapat tersebut adalah satu (mimbar Nabi saw merupakan jalan untuk sampai pada pintu surga) dan bila bermakna raudah pada tempat yang tinggi maka maksud sama seperti maksud dua pendapat yang pertama tadi, karena mimbar Nabi SAW merupakan jalan ke kebun surga bagi orang yang mencarinya maka lewatilah jalannya itu.

Pada hadis tersebut ada tambahan arti yaitu disamakan dengan roudhoh karena dapat menghangatkan suasana, disebabkan indahnya kata-kata dan terpikatnya hikmah, ia juga disamakan dengan bunga-bunga kebun dan rumput-rumput yang bertumbuhan, mereka berkata dengan kata-kata yang manis, seakan-akan ia bagian dari roudhoh dan rerumputan yang berkehijauan.

Nabi menyandarkan kebun pada surga karena kata-kata itu berkaitan dengan apa yang disampaikan Nabi SAW, memberi petunjuk jalan ke surga menjadi dalil dan dasar untuk mencapai. surga, menurut mereka bahwa sesungguhnya kebun itu bila tinggi dan rindang maka kebun itu menjadi pemandangan yang indah dan bunga-bunga yang mengagumkan.

  • Lafadz Hadits ditinjau dari Segi Balaghahnya

Hadis tersebut merupakan Isti’arah tashrihiyyah karena tempat mimbar Nabi SAW disamakan dengan kebun surga pada segalanya, sesungguhnya disetiap mushabbah dan mushabbah bih adalah merupakan kebaikan dan barokah. Dan dipakai lafadz mushabbah bih pada lafadz mushabbah mengikuti metode Tashriḥiyyah.

  • Keterangan-Keterangan Lainnya

الترعة adalah Roudoh di tempat yang tinggi dan khusus. Apabila seseorang ada pada tempat yang tenang, itulah Roudoh. Sedang menurut Abu amr hadis yang telah diriwayatkan الترعة itu adalah tangga sebagaimana إن قدمى على ترعة من ترع الحوض sesungguhnya telapak kaki ada pada tanggal telaga.

  • Kualitas Hadits

Ditinjau dari sanad yang muttasil, perowi-perowi yang thiqoh, tidak janggal dan tidak ber-illat maka status hadis tersebut adalah shahih apalagi ditunjang dengan matan yang tidak bertentangan dengan Alquran, hadis yang lebih shahih dan akal sehat.