Hadits 11


  • Arti Hadits

Sabda Nabi SAW :”Malu Sebagian dari iman.”

 

  • Arti Kata

الحياء : Malu

نظام : Benang/ tali untuk merangkai mutiara

الايمان : Membenarkan yang sebenarnya

 

  • Penjelasan Kesulitan Hadits

Ini merupakan Isti’arah sedangkan yang dimaksud malu yaitu mengumpulkan sisi-sisi untuk membenarkan sebagaimana mengumpulkan benang atau tali untuk tersusunnya permata, karena sesungguhnya kebanyakan orang yang punya sifat malu itu akan selamat dari jatuh pada kemaksiatan, apabila sedikit malunya akan bercerai-berai kumpulan imannya, menyerupai tali apabila terputus tali itu maka diperlukan cepat-cepat menyusun-nya (menyambungnya). 

 

Dalam hadits yang lain ada sabda Nabi SAW: الحياء شعبة من الإيمان  “malu itu sebagian dari iman”. Sesungguhnya tidak terlarang pemakaian “bagian dari iman” sebagai gantinya “talinya iman”.

 

  • Lafadz Hadits ditinjau dari Segi Balaghahnya

Pada hadis tersebut merupakan Isti’arah (peminjaman kata) karena malu disamakan dengan benang atau tali untuk mengumpulkan mutiara. Dan dipakai istilahnya ia adalah نظام pada yang diserupakan dan ia adalah الحياء menurut metode Isti’arah Tashriḥiyyah. Dan Wajah Sibih sesungguhnya tali itu mengumpulkan biji-biji mutiara, sedangkanı malu mengumpulkan cabang-cabang iman.

 

  • Keterangan-Keterangan Lainnya

Adanya hadis tersebut di atas, karena ada dua orang sahabat Anshar (yang tidak diketahui namanya) dimana salah satunya (kakaknya) mengingatkan pada adiknya agar adiknya itu malu pada perbuatannya tapi adiknya membangkang tidak malu pada apa yang ia perbuat. Lalu kakaknya berkata: “Aku pukul kamu (kalau kamu tidak punya rasa malu)”. Lalu Nabi SAW mengingatkan: “Tinggalkanlah ia, sesungguhnya malu itu sebagian dari iman”.

Ibn Qutaibah berkata: malu mencegah dari perbuatan maksiat sebagaimana iman mencegah dari melakukan maksiat maka malu yang sempurna merupakan iman yang sebenarnya.

Tak jauh berbeda dari pendapat Qutaybah al Raghib berpendapat, malu itu dapat menghindarkan diri dari perbuatan buruk. Sedangkan yang lain berpendapat, malu itu menjadikan jiwa takut melakukan segala sesuatu yang dibenci. Al Halimiy berpendapat, hakikat malu adalah takut akan celaan buruk pada dirinya. Yang lainnya berpendapat, dalam hal yang diharamkan malu itu wajib, dalam hal yang dimakruhkan malu itu sunnah, dalam hal yarıg mubah malu itu merupakan adat kebiasaan. Oleh karena itu sebagaimana sabda Nabi SAW, tidak akan ada hasil pada sifat malu kecuali kebaikan. Dari bolak-baliknya hati pada nikmat-nikmat Allah sungguh akan lahir sifat malu itu dari Allah.

 

  • Kualitas Hadits

Ditinjau dari sanad hadis yang muttasil dan perowi-perowinya yang thiqah, tidak ber-illat dan tidak shadz maka sanad hadis tersebut shahih. Begitu juga bila ditinjau dari segi matan bertentangan dengan Al-Quran, hadis yang lebih shahih dan akal sehat maka kualitas hadis tersebut adalah shahih.