Secara bahasa, kata qudsi berasal dari bahasa arab yaitu qadusa, yaqdusu, qudsan, yang artinya suci atau bersih. Jadi secara etimologi hadis qudsi adalah hadaist yang suci.
Secara terminologi ada beberapa pengertian tentang hadis qudsi, yaitu:
- Hadis qudsi adalah hadis yang bersumber dari Rasulullah saw.dan disanadkan atau disandarkan kepada Allah SWT.
- Hadis qudsi adalah segala sesuatu yanng diberitakan Allah SWT. kepada Nabi Muhammad SAW., yang redaksinya disusun oleh Nabi SAW. sendiri.
- Menurut para ulama, Hadis qudsi adalah “Sesuatu yang diberitakan Allah kepada Nabi saw.dengan perantara Jibril,atau dengan jalan ilham atau mimpi waktu tidur, lalu oleh Rasulullah saw.diberitakannya pula maksud dan tujuan berita di atas (kepada ummatnya) dengan lafadh dan ucapan beliau sendiri, berdasarkan taufiq dari Allah SWT.
Ada beberapa perselisihan pendapat yang timbul tentang lafadh atau susunan kata hadits qudsi itu sendiri. Sebagian ulama berpendapat bahwa lafadh hadis qudsi berasal dari Allah, Nabi Muhammad SAW. hanya menyampaikan saja. Namun, ada sebagian ulama lainnya mengatakan bahwa lafadh itu dari Nabi Muhammad SAW., beliau hanya menerima wahyu dari Allah dan menyampaikannya kemabali dengan bahasa atau kalimat Nabi Muhammad SAW. sendiri.
Apapun perbedaan pendapat di atas, inti dari hadis qudsi adalah segala wahyu yang datang dari Allah selain Al Quran dan disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. dengan redaksi atau bahasa beliau sendiri. Hadis qudsi adalah hadis yang sangat mulia, agung, di dalamnya terdapat berbagai pedoman dan petunjuk bagi umat islam di seluruh dunia.
Kita pasti bertanya-tanya tentang apa perbedaan hadits qudsi dengan Al Quran. Adapun beberapa perbedaan hadits Qudsi dengan Al Quran Al Karim yaitu sebagai berikut:
- Al Quran adalah mukjizat yang diturunkan Allah SWT. kepada Nabi Muhammad SAW., baik dari segi isi maupun susunannya. Sedangkan hadits qudsi bukan sebuah mukjizat.
- Membaca Al Quran adalah sebuah ibadah yang jika dilakukan akan memdapatkan pahala, membaca Al Quran juga dianjurkan untuk dibaca dalam shalat. Membaca hadis qudsi bukan sebuah ibadah dan tidak disuruh untuk dibaca dalam shalat
- Al Quran diriwayatkan secara mutawatir dan dicatat sehingga kepastiannya mutlak. Sedangakan hadis qudsi adalah khabar ahad sehingga kepastiaannya masih berupa dugaan.
- Al Quran diwahyukan melalui perantara malaikat Jibril. Hadis qudsi diwahyukan terkadang melalui mimpi, Jibril, atau berupa ilham.
- Al Quran tidak boleh disentuh atau dibaca oleh wanita yang sedang junub, sedangakan hadits qudsi tidak ada larangan.