Hadis Mutawatir Ma’nawi Adalah Hadis yang mutawatir maknanya saja bukan lafalnya هو ما تواترمعناه دون لفظه. Hadis mutawatir kategori ini disepakati penukilannya maka secara makna tetapi redaksinya berbeda-beda. Muhammad ‘Ajjaj al-Khatib beliau mendefisikan hadis mutawatir manawi sebagai “hadis yang periwayatannya disepakati maknanya, akan tetapi lafalnya tidak”.
Pengertian lain hadis mutawatir ma’nawi adalah:
مااختلفوافي لفظه و معناه مع رجوعه لمعنى كلي
Artinya:
“Hadits yang berlainan bunyi lafadz dan maknanya, tetapi dapat diambil dari kesimpulannya atau satu makna yang umum”.
Contoh hadis mutawatir ma’nawi adalah hadis-hadis tentang mengangkat tangan ketika berdoa yang diriwayatkan dari Nabi SAW. Lebih dari seratus hadis, meskipun redaksi hadis berlainan tetapi isinya sama.
Contoh hadis mutawatir ma’nawi:
مارفع صلى الله عليه و سلم يديه حتى رؤى بياض ابطيه في شيء و من دعائه الا في الاستسقاء (متفق عليه)
Artinya:
“Rasulullah SAW. tidak mengangkat kedua tangan Beliau dalam doa-doanya selain dalam doa salat Istisqo dan beliau mengangkat tangannya hingga nampak putih-putih kedua ketiaknya”.
Hadis yang memiliki kesamaan makna Seperti redaksi di atas ada banyak, tidak kurang dari 30 buah dengan redaksi yang berbeda-beda antara lain hadis-hadis yang ditakhrij oleh Imam Ahmad Al Hakim dan Abu Daud yang berbunyi:
كان يرفع يديه حذو منكبيه.
Artinya:
“Rasulullah SAW mengangkat tangan sejajar dengan kedua pundak beliau”.