Menurut bahasa, Al-Atsar sama dengan Baqiyatu al-Syai yang berarti: sisa sesuatu. Menurut istilah Al-Atsar terdapat dua pendapat : a). Al-Atsar searti dengan Al-Hadits. b). Al-Atsar berbeda dengan al-Hadis. yakni, Al-Atsar adalah sesuatu yang disandarkan kepada sahabat dan tabiin baik dengan perkataan atau perbuatan. Sesuatu tradisi yang sudah dibiasakan, dinamakan sunah walaupun tidak baik. Maka suatu tradisi yang ada pada masa Nabi yang berasal dari dari Nabi itu merupakan sunah, dan jika hanya terulang sekali atau dua kali tidak sampai menjadi adat dan tradisi maka ini disebut dengan hadis yang merujuk kepada Nabi.
Secara istilah, lihat teks di bawah ini:
السنة عند المحدثين : هي كل ما أثر عن الرسول صلى الله عليه واله وسلم من قول ، أو فعل ، أو تقرير، أو صفة، سواء أكانت خلقية ، أو خلقية ، أم سيرة ، قبل البعثة كانت أم بعدها السنة عند الأصوليين: أما علماء الأصول فقد نظروا إلى السنة من حيث إن الرسول صلى الله عليه وآله وسلم مشرع للأمة ؛ هي كل ما صدر عن رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم من قول ، أو فعل ، أو تقرير مما يصح أن يكون دليلا لحكم من أحكام الشرع
Terkadang istilah hadis memiliki persamaan dengan Khabar dan asar. Namun, para ulama hadis membedakan antara hadis, sunah, khabar dan asar. Khabar adalah sesuatu yang bersumber dari selain Nabi, atau berasal dari sahabat dan asar bersumber dari Tabi’in.
Menurut ahli hadits, atsar adalah sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW. para sahabat, dan para ulama salaf.
Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa atsar memiliki cakupan yang lebih luas atau umum. Jika, dibandingkan dengan khabar, karena atsar berupa berita yang datang berasal dari Nabi Muhammad, Sahabat, dan yang lainnya. Sedangkan khabar berupa berita yang datang dari Nabi Muhammad dan para Sahabat Nabi.