Keutamaan Bercocok Tanam


حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلَّا كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةً وَمَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ مِنْهُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَتْ الطَّيْرُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ وَلَا يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلَّا كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami ayahku telah menceritakan kepada kami Abdul Malik dari ‘Atha` dari Jabir dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang muslim yang bercocok tanam, kecuali setiap tanamannya yang dimakannya bernilai sedekah baginya, apa yang dicuri orang darinya menjadi sedekah baginya, apa yang dimakan binatang liar menjadi sedekah baginya, apa yang dimakan burung menjadi sedekah baginya, dan tidaklah seseorang mengambil darinya, melainkah ia menjadi sedekah baginya.”

Kandungan Hadis:

  1. Islam mengajarkan umat manusia untuk tetap menjaga dan melestarikan lingkungan yaitu dengan cara menanam.
  2. Menanam sesuatu sehingga membuahkan manfaat secara langsung baginya atau tidak. hal tersebut sama  halanya dengan bersedekah tanpa disengaja.
  3. selain mengambil manfaat dari bercocok tanam, secara tidak langsung  manusia juga menjaga ekosistem yang mana flura dan fauna mengambil dan menikmati manfaatnya

Keterangan Hadis:

Hadis Shahih. Hadis ini diriwayatkan oleh Muslim hadis No. 2900. lihat juga, Syarah Shahih Muslim No. 1552. Selain diriwayatkan oleh Mulim hadis ini juga diriwayatkan oleh Bukhari hadis No. 5553, 2152 dan Darimi nNo. 2496