حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي جَعْفَرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَعْمَرَ أَرْضًا لَيْسَتْ لِأَحَدٍ فَهُوَ أَحَقُّ قَالَ عُرْوَةُ قَضَى بِهِ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فِي خِلَافَتِهِ
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al Laits dari ‘Ubaidullah bin Abi Ja’far dari Muhammad bin ‘Abdurrahman dari ‘Urwah dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang memanfaatkan tanah yang tidak ada pemiliknya (tanah tak bertuan), maka orang itu yang paling berhak atasnya”. ‘Urwah berkata: ‘Umar radliallahu ‘anhu menerapkannya dalam kekhilafahannya.
Kandungan Hadis:
-
Dengan bercocok tanam maka kesejahteraan semua makhluk yang ada di lingkungan akan terjaga dengan baik.
- Dengan menanam tidak hanya pahala sedekah yang akan diterima
- Rasulallah pun mengapresiasi dan memberikan hak kepemilikan terhadap memanfaatkan lahan yang kosong atau lahan yang tak bertuan.
Keterangan Hadis:
Hadis Shahih. Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari hadis No. 2167. lihat juga, Fathul Bari 2335. Selain diriwayatkan oleh Bukhari, hadis ini juga diriwayatkan oleh Nasa’i No. 3693 dan Ahmad No. 23737