حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا أَبُو حَصِينٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus telah menceritakan kepada kami Abu Bakr telah menceritakan kepada kami Abu Hashin dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, akan tetapi kekayaan itu adalah kaya hati.”
Kandungan Hadis:
Letak tolak ukur sebuah kebahagiaan bukanlah pada seberapa banyak harta kekayaan yang ada pada diri manusia
Orang kaya adalah orang yang mau bersyukur karena kaya yang sebenarnya adalah kaya hati yang berbagi
Banyak orang kaya namun kurang pandai bersyukur sehingga hatinya merasa selalu tidak cukup
Keterangan Hadis:
Hadis Shahih. Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari hadis No. 5965. Selain diriwayatkan oleh Bukhari, hadis ini juga diriwayatkan oleh Muslim No. 1741, Tirmidzi No. 2295 dan Ibnu Majah No. 4127 dari riwayat lain, yaitu dari Ahmad hadis No. 7240, 7827, 8701, 9341, 10535
حَدَّثَنَا يَعْلَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
Telah menceritakan kepada kami ya’la telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Amru dari Abu Salamah