قال الامام ابوداود رحمه الله
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَهْلٍ يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
وَاللَّهِ لَأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بِهُدَاكَ رَجُلًا وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ
Artinya:
Imam Abu Dawud Berkata R.A berkata:
Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Manshur telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abu Hazim dari Ayahnya dari Sahl bin Sa’dan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Demi Allah, sekiranya Allah memberi petunjuk kepada seorang laki-laki melalui perantaramu, maka itu lebih baik bagimu dari unta merah.” (H.R. Abu Daud No. 3176, Hadis Shahih)
Kandungan Hadis:
- Keutamaan menyebarkan ilmu begitu besar bahkan diumpamakan dengan unta merah yang memiliki harga jauh di atas unta-unta pada umumnya
Keterangan Hadis:
Hadis ini juga diriwayatkan dalam Sahih Bukhari 52, 6195, 6439
قال الامام ابوداود رحمه الله
حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَعُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَا حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تَسْمَعُونَ وَيُسْمَعُ مِنْكُمْ وَيُسْمَعُ مِمَّنْ سَمِعَ مِنْكُمْ
Artinya:
Imam Abu Dawud Berkata R.A berkata:
Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb dan Utsman bin Abu Syaibah mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Jarir dari Al A’masy dari Abdullah bin Abdullah dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kalian mendengarkan dan akan didengar dari kalian, dan akan didengar dari orang yang mendengar dari kalian.” (H.R. Abu Daud No. 3174, Hadis Shahih.)
Kandungan Hadis:
- Mendengarkan atau menuntut ilmu memiliki keutamaan yang besar
- Menyebarkan ilmu yang telah di dapat merupakan kewajiban bagi seorang muslim
- Begitu seterusnya, orang yang telah mendengar ilmu hendaknya terus menyebarkan ilmunya
Keterangan Hadis:
Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ahmad 2793.
قال الامام الترمذي رحمه الله: حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ أَنْبَأَنَا شُعْبَةُ عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ قَال: سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا شَيْئًا فَبَلَّغَهُ كَمَا سَمِعَ فَرُبَّ مُبَلِّغٍ أَوْعَى مِنْ سَامِعٍ. قَالَ: أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ رَوَاهُ عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عُمَيْرٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ
Artinya:
Imam al-Tirmidzi Berkata R.A berkata:
Mahmud bin Ghoilan telah bercerita kepada kami, bahwa Abu Daud telah bercerita kepada kami, bahwa Syu’bah telah memberitakan kepada kami dari Simak bin Harb dia berkata; aku mendengar Abdurrahman bin Abdullah bin Mas’ud bercerita dari bapaknya dia berkata; aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah akan memperindah seseorang yang mendengar sesuatu dariku kemudian dia sampaikan sebagaimana dia mendengarnya, maka bisa jadi orang yang menyampaikan lebih faqih dari yang mendengar”. Abu Isa berkata; ‘hadits ini hasan shahih, Abdul Malik bin Umair telah meriwayatkannya dari Abdurrahman bin Abdullah.’ (H.R. Tirmidzi No. 2581, Hadis Shahih)[1]
Kandungan Hadis:
- Orang-orang yang mau menuntut ilmu (mendengarkan penjelasan mengenai suatu ilmu) maka Allah senantiasa akan memberikan pahala (balasan yang baik) orang tersebut baik berupa balasan di dunia maupun di akhirat
- Orang yang mendengarkan suatu ilmu kemudian melanjutkannya dengan menyebarkan ilmu tersebut hal tersebut lebih utama daripada hanya tidak menyebarkannya
Keutamaan orang yang menyebarkan ilmu yang didengarnya adalah Allah akan memberikan pemahaman yang lebih daripada orang yang mendengarkan ilmu tersebut namun tidak menyebarkannya.
Keterangan Hadis:
Selain oleh at Tirmidzi, hadis ini juga diriwayatkan Abu Daud 3157, Tirmidzi 2582, Ibnu Majah 228
قال الامام ابوداود رحمه الله: حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ حَدَّثَنِي عُمَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ مِنْ وَلَدِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبَانَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيهٍ
Artinya:
Imam Abu Dawud Berkata R.A berkata:
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu’bah telah menceritakan kepadaku Umar bin Sulaiman dari putera Umar bin Al Khathab, dari Abdurrahman bin Aban dari Ayahnya dari Zaid bin Tsabit ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Semoga Allah memperindah orang yang mendengar hadits dariku lalu menghafal dan menyampaikannya kepada orang lain, berapa banyak orang menyampaikan ilmu kepada orang yang lebih berilmu, dan berapa banyak pembawa ilmu yang tidak berilmu.” (H.R. Abu Daud No. 3175, Hadis Shahih)
Kandungan Hadis:
- Allah memberikan keutamaan bagi orang-orang yang mendengarkan suatu ilmu kemudian menyebarkannya daripada orang yang tidak menyebarkan ilmunya
- Menghafal ilmu adalah dianjurkan dalam Islam
- Orang-orang yang menyampaikan ilmunya lebih utama daripada orang yang menyembunyikan ilmunya
Orang-orang yang menyampaikan ilmunya, Allah akan menjadikannya lebih memahami daripada orang yang menyembunyikan ilmunya
Keterangan Hadis:
Hadis ini juga diriwayatkan dalam Tirmidzi 2580, 2581, 2582
قال الامام الترمذي رحمه الله: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ ابْنِ ثَوْبَانَ هُوَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ ثَابِتِ بْنِ ثَوْبَانَ عَنْ حَسَّانَ بْنِ عَطِيَّةَ عَنْ أَبِي كَبْشَةَ السَّلُولِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً وَحَدِّثُوا عَنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلَا حَرَجَ وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ
Artinya:
Imamal-Tirmidzi Berkata R.A berkata:
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf dari Ibnu Tsauban, yaitu Abdurrahman bin Tsabit bin Tsauban, dari Hassan bin Athiyyah dari Abu Kabsyah as Saluli dari Abdullah bin Amru dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat, dan ceritakanlah dari Bani Israil, dan tidak ada dosa, barangsiapa berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya dari neraka.” (H.R. Tirmidzi No. 2593, Hadis Shahih.)
Kandungan Hadis:
- Kewajiban seorang untuk menyampaikan hal kebaikan walau itu satu ayat
- Boleh mempelajari segala ilmu meskipun ilmu yang berasal dari Bani Israil sekalipun
- Tidak ada dosa menyebarkan ilmu yang tidak berasal dari umat Islam selagi berupa kebenaran
Dilarang berdusta atas nama Allah swt, jika sengaja melakukan hal tersebut maka Allah akan memberi tempat di dalam neraka
Keterangan Hadis:
Hadis ini juga diriwayatkan Bukhari 3202, Abu Daud 3177, Ahmad 6198.
قال الامام ابوداود رحمه الله: حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحَكَمِ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
مَنْ سُئِلَ عَنْ عِلْمٍ فَكَتَمَهُ أَلْجَمَهُ اللَّهُ بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Artinya:
Imam Abu Dawud Berkata R.A berkata:
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Hammad telah mengabarkan kepada kami Ali bin Al Hakam dari ‘Atha dari Abu Hurairah ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa ditanya mengenai suatu ilmu dan ia menyembunyikannya, maka ia akan dicambuk dengan cambuk dari api neraka pada hari kiamat.” (H.R. Abu Daud No. 3137, Hadis Hasan Shahih.)
Kandungan Hadis:
- Hendaklah ilmu disampaikan kepada orang lain
Seorang yang menyembunyikan ilmu maka ia akan dicambuk dengan cambuk dari api neraka pada hari kiamat
Keterangan Hadis:
Hadis ini juga diriwayatkan oleh Tirmidzi 573, ibnu majah 260, 262.
قال الامام البخاري رحمه الله: حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
إِنَّ مِنْ الشَّجَرِ شَجَرَةً لَا يَسْقُطُ وَرَقُهَا وَإِنَّهَا مَثَلُ الْمُسْلِمِ فَحَدِّثُونِي مَا هِيَ فَوَقَعَ النَّاسُ فِي شَجَرِ الْبَوَادِي قَالَ عَبْدُ اللَّهِ وَوَقَعَ فِي نَفْسِي أَنَّهَا النَّخْلَةُ فَاسْتَحْيَيْتُ ثُمَّ قَالُوا حَدِّثْنَا مَا هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ هِيَ النَّخْلَةُ
Artinya:
Imam al-Bukhori Berkata R.A berkata:
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id Telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Ja’far dari Abdullah bin Dinar dari Ibnu Umar berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya diantara pohon ada suatu pohon yang tidak jatuh daunnya. Dan itu adalah perumpamaan bagi seorang muslim”. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: “Katakanlah kepadaku, pohon apakah itu?” Maka para sahabat beranggapan bahwa yang dimaksud adalah pohon yang berada di lembah. Abdullah berkata: “Aku berpikir dalam hati pohon itu adalah pohon kurma, tapi aku malu mengungkapkannya. Kemudian para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, pohon apakah itu?” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Pohon kurma”. (H.R. Bukhari No. 59, Hadis Sahih.)
Kandungan Hadis:
- Tidak perlu malu dalam mengungkapkan ilmu
- ilmu yang disampaikan adalah ilmu yang berkah dan bermanfaat
Keterangan Hadis:
Hadis ini juga diriwayatkan dalam sahih Bukhari 60, 70,128
قال الامام البخاري رحمه الله : حَدَّثَنِي قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ قَالَ:
حَدَّثَنَا نَافِعٌ مَوْلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَأَنَّ رَجُلًا قَامَ فِي الْمَسْجِدِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مِنْ أَيْنَ تَأْمُرُنَا أَنْ نُهِلَّ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يُهِلُّ أَهْلُ الْمَدِينَةِ مِنْ ذِي الْحُلَيْفَةِ وَيُهِلُّ أَهْلُ الشَّأْمِ مِنْ الْجُحْفَةِ وَيُهِلُّ أَهْلُ نَجْدٍ مِنْ قَرْنٍ وَقَالَ: ابْنُ عُمَرَ وَيَزْعُمُونَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
وَيُهِلُّ أَهْلُ الْيَمَنِ مِنْ يَلَمْلَمَ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَقُولُ: لَمْ أَفْقَهْ هَذِهِ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Artinya:
Imam al-Bukhori Berkata R.A berkata:
Telah menceritakan kepadaku Qutaibah bin Sa’id berkata, telah menceritakan kepada kami Al Laits bin Sa’d telah menceritakan kepada kami Nafi’ mantan budak ‘Abdullah bin ‘Umar bin Al Khaththab, dari ‘Abdullah bin ‘Umar, bahwa ada seorang laki-laki datang berdiri di masjid lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, dari mana Tuan memerintahkan kami untuk bertalbiyah?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu menjawab: “Bagi penduduk Madinah bertalbiyah dari Dzul Hulaifah, penduduk Syam dari Al Juhfah, dan penduduk Najed dari Qarn.” Ibnu Umar berkata, “Orang-orang mengklaim bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akan mengatakan bahwa penduduk Yaman bertalbiyah dari Yalamlam.” Sementara Ibnu Umar berkata, “Aku tidak yakin bahwa (yang terakhir) ini dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” (H.R. Bukhari No. 130, Hadis Shahih)
Kandungan Hadis:
Rasul bersabda bahwa pnduduk orang madibnah bertalbiyah di dhul hulaifah, penduduk Syam dari Al Juhfah, dan penduduk Najed dari Qarn. penduduk Yaman bertalbiyah dari Yalamlam.
Keterangan Hadis:
Hadis ini juga diriwayatkan dalam sahih Bukhari 1428, sahih Muslim 2024, 2025