Pengertian Hadis Masyhur


Secara bahasa kata masyhur merupakan isim maf’ul dari kata Syahara yang memiliki arti sesuatu yang terkenal yang dikenal atau yang populer di kalangan manusia. Sehingga dapat dimaknai hadis masyhur  adalah hadis yang terkenal, dikenal, atau populer di kalangan umat manusia. Berdasarkan pengertian ini, di kalangan ulama memang dikenal beberapa hadis masyhur Meskipun tidak mempunyai sanad sama sekali yang kemudian disebut dengan hadist Mansyur non-istilah (masyhur ghoer istilahi) yang berbeda dengan hadist Mansyur istilah (masyhur istilahi) yang mengisyaratkan jumlah tertentu untuk setiap tingkatan sanadnya.

Secara terminologi, sebagaimana yang dikemukakan oleh Muhammad Thahan dan Ibnu Hajar Al-Asqalany:

ما رواه ثلاثة فأكثر في كل طبقة ما لم يبلغ حد التواثر

Artinya:

Hadits masyhur adalah hadits yang diriwayatkan oleh tiga periwayat atau lebih pada tiap thabaqah nya tetapi tidak sampai pada peringkat Mutawatir”.

Dapat didefinisi bahwa hadis masyur adalah hadis yang memiliki perawi sekurang-kurangnya tiga orang, dan jumlah tersebut harus terdapat pada setiap tingkatan sanad. Jumhur Ulama mengatakan “Hadis yang diriwayatkan oleh lebih dari pada dua orang, tapi terbatas tidak banyak”.

Contoh hadis masyhur

Masyhur dikalangan masyarakat umum, sebagai berikut:

العُجْلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ

“terburu-buru itu (perbuatan) dari syetan. (H.R. al-Turmudzy dan dia menilainya sebagaia hadis Hasan).

Masyhur dikalangan Ulama Fiqh

أَبْغَضُ الْحَلَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى الطَّلَاقُ

Artinya:

“Perbuatan halal yang paling dibenci Allah adalah Thalak (Cerai)” . (dishahihkan oleh Hakim).