Silaturahim Melapangkan Rezeki


حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَعْنٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Telah menceritakan kepadaku Ibrahim bin Al Mundzir telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ma’an dia berkata; telah menceritakan kepadaku Ayahku dari Sa’id bin Abu Sa’id dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dia berkata; saya mendengar Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa ingin dibentangkan pintu rizki untuknya dan dipanjangkan ajalnya hendaknya ia menyambung tali silaturrahmi.”

Hadis No 5979 Shahih Bukhari

Sari Hadis: Imam Ahmad mengutip sanad yang para periwayatnya tsiqah dari Aisyah, yang dinisbatkan kepada Nabi; “ mempererat-hubungan kekeluargaan dapat mendatangkan kecintaan pada keluarga, memperbanyak harta, dan mengakhirkan (memperpanjang) usia”. tambahan umur yang dimaksud adalah tambahan dari keberkahan umur karena mendapatkan taufik kepada ketaatan, mengisi waktunya dengan perbuatan-peruatan yang bermanfaat baginya d akhirat, dan menjaganya dari pebuatan yang sia-sia.

Menurut Aplikasi Shahih Bukhori yang dikeluarkan oleh www.Giefs.com hadits diatas termuat dalam kitab lain, terdapat 7 hadits yang berkaitan. Yaitu Bukhari: 5527; Muslim: 4638, 4639; Abu Daud: 1443; Ahmad: 1150, 12128, 13309.