Bergurau


حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ بَهْزِ بْنِ حَكِيمٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ :

وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ

Telah menceritakan kepada kami Musaddad bin Musarhad, …, dari Bapaknya Bahz bin Hakim, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk membuat orang lain tertawa. Celakalah ia, celakalah ia.”

Hadis No. 4338, Sunan Abu Daud

Sari Hadis: Suatu gurauan baik itu secara disengaja ataupun tidak jika perkataan yang disampaikan untuk membuat orang lain tertawa adalah sebuah perkataan yang dusta bukanlah suatu tindakan yang disukai Rasulullah.

Takhrij: Setelah ditakhrij hadis ini ditemukan dalam Sunan Tirmidzi 2237, Musnad Ahmad 19170, Musnad Ahmads 19191, Musnad Ahmad 19200, Musnad Ahmad 19216, Sunan Darimi 2586.