Pertintah Berkata Jujur


حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بنُ مَسْعَدَةَ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ حَدَّثَنَا الْجُرَيْرِيُّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

أَلَا أُحَدِّثُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ قَالَ وَجَلَسَ وَكَانَ مُتَّكِئًا فَقَالَ وَشَهَادَةُ الزُّورِ أَوْ قَوْلُ الزُّورِ فَمَا زَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُهَا حَتَّى قُلْنَا لَيْتَهُ سَكَتَ قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَأَبُو بَكْرَةَ اسْمُهُ نُفَيْعُ بْنُ الْحَارِثِ

Telah menceritakan kepada kami Humaid bin Mas’adah, telah meriwayatkan kepada kami Bisyr bin Al Mufadldlal Telah meriwayatkan kepada kami Al Jurairi dari Abdurrahman bin Abu Bakrah dari bapaknya ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Maukah kalian aku beritahukan tentang dosa yang paling besar?” Mereka menjawab, “Ya, wahai Rasulullah.” beliau bersabda: “Yaitu, berbuat syirik kepada Allah, dan durhaka kepada kedua orang tua.” kemudian beliua terdiam sejenak sambil bersandar, kemudian beliau bersabda: “Dan kesaksian palsu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terus mengulanginya, hingga kami berkata, “Seandainya beliau diam.” Hadits semakna juga diriwayatkan dari Abu Sa’id. Abu Isa berkata; Ini adalah hadits hasan shahih. Abu Bakrah namanya adalah Nufai’ bin Al Harits.

Hadis No 1823. Tirmidzi

Sari Hadis: Hadits diatas menjelaskan sedikit dari dosa besar yang harus kita jauhi. Tiga perkara yang tertera yaitu syirik kepada Allah, mendurhakai orangtua, dan bersaksi palsu. Apabila kita ambil kesimpulan yang lebih dalam, hadits ini menegaskan bila harus sama sama baik antara hubungan dengan manusia dan Allah. Dibuktikan dengan dua diantara tiga dosa besar berhbungan dengan hubungan antar manusia, yaitu Tidak mendurhakai orangtua dan bersaksi palsu. Sehingga tidak hanya sholeh (beribadah) saja kita haruslah bersosial dan bermasyarakat dengan cara-cara yang baik pula.

Hadis ini terdapat dalam kitab lain. Menurut Aplikasi Sunan Tirmidzi yang dikeluarkan oleh www.Giefs.com hadits diatas memiliki kesamaan pembahasan dengan 5 riwayat, yaitu Bukhari: 2460, 5519, 5802; Tirmidzi 2224, 2945. Sehingga secara kuantitas hadits ini tidak tungal atau gharib.