حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ أَخْبَرَنَا قُرَّانُ بْنُ تَمَّامٍ الْأَسَدِيُّ عَنْ أَبِي فَرْوَةَ يَزِيدَ بْنِ سِنَانٍ عَنْ سُلَيْمِ بْنِ عَامِرٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ قِيلَ
يَا رَسُولَ اللَّهِ الرَّجُلَانِ يَلْتَقِيَانِ أَيُّهُمَا يَبْدَأُ بِالسَّلَامِ فَقَالَ أَوْلَاهُمَا بِاللَّهِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ قَالَ مُحَمَّدٌ أَبُو فَرْوَةَ الرَّهَاوِيُّ مُقَارِبُ الْحَدِيثِ إِلَّا أَنَّ ابْنَهُ مُحَمَّدَ بْنَ يَزِيدَ يَرْوِي عَنْهُ مَنَاكِيرَ
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hujr telah mengabarkan kepada kami Qarran bin Tammam Al Asadi dari Abu Farwah Yazid bin Sinan dari Sulaim bin ‘Amir dari Abu Umamah ia berkata;
“Dikatakan; “Wahai Rasulullah, Ada dua orang yang bertemu, mana diantara keduanya yang lebih dulu memulai salam?” Beliau menjawab: “Yang paling dekat dengan (rahmat) Allah di antara keduanya.” Abu Isa berkata; Hadits ini hasan. Muhammad mengatakan; Abu Farwah Ar Rahawi riwayat haditsnya muqarrib (mendekati shahih), hanya saja putranya, Muhammad bin Yazid, meriwayatkan hadits-hadits munkar darinya.”
Hadis No 2618 Sunan Tirmidzi
Sari Hadis: Hadis diatas menjelaskan jika kita tidak usah ragu untuk memulai salam dengan oranglain. Tak perlu seorang yang lebih muda memulai dan yang tua menunggu salam, juga sebaliknya. Memberi salam itu wajib dan mendapat jawaban merupakan suatu hak.
Hadis ini terdapat dalam kitab lain. Menurut Aplikasi Sunan Tirmidzi yang dikeluarkan oleh www.Giefs.com hadits diatas tidak memiliki kesamaan pembahasan riwayat lain. Sehingga hadits ini berstatus gharib.