حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ ابْنِ الْهَادِ عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْكَبَائِرِ أَنْ يَشْتُمَ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَهَلْ يَشْتُمُ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ قَالَ نَعَمْ يَسُبُّ أَبَا الرَّجُلِ فَيَشْتُمُ أَبَاهُ وَيَشْتُمُ أُمَّهُ فَيَسُبُّ أُمَّهُ
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Al Laits bin Sa’d dari Ibnul Hadi dari Sa’d bin Ibrahim dari Humaid bin Abdurrahman dari Abdullah bin Amr ia berkata;
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Termasuk Al Kaba`ir (dosa-dosa besar), yakni bila seseorang mencela kedua orang tuanya.” Mereka para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, mungkinkah seseorang mencela kedua orang tuanya?” beliau menjawab: “Ya, bila ia mencaki bapak seseorang, maka orang itu pun akan mencaci bapaknya. Dan bila ia mencaci ibu seseorang, lalu orang itu pun akan mencaci ibunya.”
Abu Isa berkata; Ini adalah hadits hasan shahih
Hadis No 1824 Sunan Tirmidzi
Hadits diatas mengajarkan kepada kita bila salah jika membalas suatu keburukan dengan hal yang buruk pula. Tidak aka nada ujungnya. Apabila seseorang mengejek orangtua orang lain maka orang yang diejek itu akan membalas juga dengan makian, sehingga makian tersebut tak terputus sampai salah satu pihak mengalah atau kalah. Jika orang yang diejek diam atau menanggapi santai ejekan, maka perejekan tersebut tidaklah berlanjut dan tidak menambah dosa.
Hadits ini terdapat dalam kitab lain. Menurut Aplikasi Sunan Tirmidzi yang dikeluarkan oleh www.Giefs.com hadits diatas memiliki kesamaan pembahasan dengan 6 riwayat, yaitu Bukhari: 5516; Muslim: 130; Abu Daud: 4475; Ahmad: 6243, 6545, 6734. Sehingga hadits ini tidaklah tunggal atau gharib.