Larangan Marahan


قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ يَزِيدَ الرِّشْكِ عَنْ مُعَاذَةَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عَامِرٍ أَنَّهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ مُسْلِمًا فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ فَإِنَّهُمَا نَاكِبَانِ عَنْ الْحَقِّ مَا دَامَا عَلَى صُرَامِهِمَا وَأَوَّلُهُمَا فَيْئًا يَكُونُ سَبْقُهُ بِالْفَيْءِ كَفَّارَةً لَهُ وَإِنْ سَلَّمَ فَلَمْ يَقْبَلْ وَرَدَّ عَلَيْهِ سَلَامَهُ رَدَّتْ عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ وَرَدَّ عَلَى الْآخَرِ الشَّيْطَانُ وَإِنْ مَاتَا عَلَى صُرَامِهِمَا لَمْ يَدْخُلَا الْجَنَّةَ جَمِيعًا أَبَدً
ا
(Ahmad bin Hanbal) berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far berkata; telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Yazid Ar-Risyk dari Mu’adzah dari Hisyam bin ‘Amir dia berkata; Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda:

“Tidak halal bagi seorang muslim untuk mendiamkan muslim yang lain lebih dari tiga malam. Sesungguhnya kedua-duanya jauh dari kebenaran selama mereka berdua masih saling mendiamkan. Yang pertama-tama insyaf di antara keduanya, maka kesegeraannya berinsyaf menjadi penebus dosanya. Jika si ‘A’ mengucapkan salam terhadap temannya si ‘B’, namun si ‘B’ tidak menerimanya padahal si’A’masih mau menjawab salamnya, maka salamnya akan dijawab oleh Malaikat, dan yang lain salamnya akan dijawab oleh setan. Jika mereka berdua meninggal dalam keadaan saling mendiamkan, niscaya mereka berdua tidak akan masuk surga selamanya.”

Hadis No 15669 Musnad Ahmad

Syarah Hadis: Hadis ini menjelaskan tentang tak semestinya seorang muslim bermarahan dengan sesame muslim (seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya) baca juga (seorang muslim bagi muslim lainnya bagaikan sebuah bangunan yang saling menguatkan satu sama lainnya. Maka tak semestinya berdiam tak menyambung silaturrahmi lebih dari tiga hari.

Setelah ditakhrij Hadis ini tidak ditemukan dalam kitab hadis manapun dan hanya ada di Kitab Musnad ahmad bin Hanbal, dengan keterangan Infaroda bihi ahmad bin hanbal jika diklasifikasikan pada kuantitas sanad maka hadis ini termasuk hadis Gharib.