حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ قَالَ
إِنَّ جُبَيْرَ بْنَ مُطْعِمٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al Laits dari ‘Uqail dari Ibnu Syihab bahwa Muhammad bin Jubair bin Muth’im berkata; bahwa Jubair bin Muth’im telah mengabarkan kepadanya bahwa dia mendengar Nabi bersabda:
“Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturrahmi.”
Hadis No 5988 Shahih Bukhari
Sari Hadis: Abu Daud meriwayatkan dari hadits Abu Bakrah, yang dinisbatkan kepada Nabi SAW. “Tidak ada suatu dosa yang lebih patut disegerakan oleh Allah balasannya di akhirat, dari pada perbuatan dzalim (aniaya) dan memutuskan hubungan kekeluargaan”. Ath-Thabarani menyebutkan dari hadits Ibnu Mas’ud “ sesungguhnya pintu-pintu langit ditutup bagi orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan”.
Menurut Aplikasi Shahih Bukhori yang dikeluarkan oleh www.Giefs.com hadits diatas termuat dalam kitab lain, terdapat 11 hadits yang berkaitan. Yaitu Muslim: 4636, 4637; Abu Daud: 1445, 4168; Tirmidzi: 1832; Ahmad:10684, 11355, 16162, 16171, 22216, 22221.