Sikap Pemberani


و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ قَالَ :

كَرَمُ الْمُؤْمِنِ تَقْوَاهُ وَدِينُهُ حَسَبُهُ وَمُرُوءَتُهُ خُلُقُهُ وَالْجُرْأَةُ وَالْجُبْنُ غَرَائِزُ يَضَعُهَا اللَّهُ حَيْثُ شَاءَ فَالْجَبَانُ يَفِرُّ عَنْ أَبِيهِ وَأُمِّهِ وَالْجَرِيءُ يُقَاتِلُ عَمَّا لَا يَئُوبُ بِهِ إِلَى رَحْلِهِ وَالْقَتْلُ حَتْفٌ مِنْ الْحُتُوفِ وَالشَّهِيدُ مَنْ احْتَسَبَ نَفْسَهُ عَلَى اللَّهِ

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari [Yahya bin Sa’id] bahwa [Umar bin Khattab] berkata;

“Kemuliaan seorang mukmin adalah ketakwaannya, agamanya adalah kehormatannya, wibawanya adalah akhlaknya, sedangkan keberanian dan jiwa pengecut adalah adalah naluri yang Allah tanamkan kepada siapa yang Ia kehendaki. Orang yang takut akan lari dari membela bapak dan ibunya, sedang orang yang berani akan berperang membela sesuatu yang tidak akan dibawa ke dalam rumahnya. Gugur dalam peperangan adalah salah satu jenis kematian, sedangkan syahid adalah orang yang menyerahkan jiwanya kepada Allah.

Hadis No 879 Muwatha Imam Malik

Hadis diatas menjelaskan beberapa hal dimana kemuliaan, kehormatan, kewibawaan dan keberanian harus dimiliki oleh umat Islam. Dan yang demikian perlu didukung dengan takwa kepada akhlak, berakhlak baik dan membela yang benar.

Menurut Aplikasi Muwatha’ Malik yang dikeluarkan oleh www.Giefs.com hadits diatas tidak termuat dalam kitab lain atau dengan kata lain yaitu gharib.