حَدَّثَنَا أَسْبَاطٌ حَدَّثَنَا مُطَرِّفٌ عَنْ عَطِيَّةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ فِي قَوْلِهِ فَإِذَا نُقِرَ فِي النَّاقُورِ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَيْفَ أَنْعَمُ وَصَاحِبُ الْقَرْنِ قَدْ الْتَقَمَ الْقَرْنَ وَحَنَى جَبْهَتَهُ يَسَّمَّعُ مَتَى يُؤْمَرُ فَيَنْفُخُ فَقَالَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ كَيْفَ نَقُولُ
قَالَ قُولُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا
Telah menceritakan kepada kami Asbath telah menceritakan kepada kami Mutharrif dari ‘Athiyyah dari Ibnu Abbas mengenai firmanNya, ‘Apabila ditiup sangkakala.’ (QS. ALmudatstsir 8), Ia berkata;
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bagaimana aku merasa tenang sementara sang pemegang tanduk (sangkakala) telah menelan tanduk (sangkakala) dan memiringkan dahinya, ia akan mendengar kapan pun diperintahkan?” maka para sahabat Muhammad berkata; Bagaimana kami mengucapkan? Beliau menjawab: “Ucapkanlah, ‘Hasbunallahu Wa Ni’mal Wakil ‘Alallahi Tawakkalna’ Cukuplah Allah sebagai penolong kami dan Dialah sebaik-baik penolong dan kepada Allahlah kami bertawakal.”
Hadis No 2853 Musnad Ahmad
Pada zaman dahulu orang jahiliyah sering bermain dengan anak panah, mengundi nasib, mencari alamat baik, tanpa menyerahkan usahanya kepada allah swt. Maka dari itu Rasulullah saw mewajibkan kita untuk bertawakal hanya kepada allah swt, karena allah lah sebaik-baiknya sandaran. Allahussomadu Dia lah Sandaran (batu) yang kokoh, orang yang bersandar selain kepadanya maka ia bagaikan laba-laba yang membuat jaringnya (rapuh).
Setelah ditakhrij Hadis ini tidak ditemukan dalam kitab hadis manapun dan hanya ada di Kitab Musnad ahmad bin Hanbal, dengan keterangan Infaroda bihi ahmad bin hanbal jika diklasifikasikan pada kuantitas sanad maka hadis ini termasuk hadis Gharib