Sepuluh Wasiat Nabi


عَنْ مُعَاذٍ، قَالَ:

أَوْصَانِي رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بِعَشْرِ كَلِمَاتٍ، قَالَ:

لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ شَيْئًا، وَإِنْ قُتِلْتَ وَحُرِّقْتَ، وَلَا تَعُقَّنَّ وَالِدَيْكَ، وَإِنْ أَمَرَاكَ أَنْ تَخْرُجَ مِنْ أَهْلِكَ وَمَالِكَ، وَلَا تَتْرُكَنَّ صَلَاةً مَكْتُوبَةً مُتَعَمِّدًا، فَإِنَّ مَنْ تَرَكَ صَلَاةً مَكْتُوبَةً مُتَعَمِّدًا، فَقَدْ بَرِئَتْ مِنْهُ ذِمَّةُ اللَّهِ، وَلَا تَشْرَبَنَّ خَمْرًا، فَإِنَّهُ رَأْسُ كُلِّ فَاحِشَةٍ، وَإِيَّاكَ وَالْمَعْصِيَةَ، فَإِنَّ بِالْمَعْصِيَةِ حَلَّ سَخَطُ اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ وَإِيَّاكَ وَالْفِرَارَ مِنَ الزَّحْفِ، وَإِنْ هَلَكَ النَّاسُ، وَإِذَا أَصَابَ النَّاسَ مُوتَانٌ وَأَنْتَ فِيهِمْ فَاثْبُتْ، وَأَنْفِقْ عَلَى عِيَالِكَ مِنْ طَوْلِكَ، وَلَا تَرْفَعْ عَنْهُمْ عَصَاكَ أَدَبًا، وَأَخِفْهُمْ فِي اللَّهِ

Dari [Mu’adz bin Jabal] berkata, “Rasulullah SAW memberi sepuluh wasiat :

jangan menyekutukan Allah dengan apapun meski kau terbunuh atau dibakar, jangan mendurhakai kedua orangtuamu meski keduanya memerintahkanmu untuk meninggalkan keluarga dan hartamu, jangan tinggalkan sholat wajib dengan sengaja telah terbebas dari tanggungan Allah, jangan minum khamr karena itu induk semua kekejian, jauhilah kemaksiatan karena dengan kemaksiatanlah kemurkaan Allah ‘Azza wa Jalla datang, jangan lari dari peperangan meski orang-orang telah mati, apabila orang-orang mati sementara kau berada di antara mereka tetaplah bertahan, nafkahilah keluargamu dari usahamu, jangan kau angkat tongkatmu pada mereka dengan maksud untuk mendidik dan rahasiakanlah (kesalahan mereka) karena Allah.”

(HR. Ahmad, Shahih Lighoirihi)

 

Pesan dari hadis di atas adalah:

  • Sepuluh wasiat Nabi SAW;
  • Larangan menyekutukan Allah apapun keadaannya
  • Larangan durhaka kepada kedua orangtua
  • Larangan meninggalkan sholat wajib
  • Larangan minum khamr
  • Jauhilah kemaksiatan
  • Jangan lari dari sebuah peperangan
  • Nafkahilah keluarga dari usahamu
  • Mendidik keluarga dengan baik
  • Rahasiakanlah kesalahan atau aib mereka

Takhrij :
Ahmad : 21060