Kepemilikan Harta


عَنْ عَبدِ الله ابنُ عُمرو، أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ ﷺ فَقَالَ:

يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ لِي مَالًا وَوَلَدًا وَإِنَّ وَالِدِي يَحْتَاجُ مَالِي، قَالَ: أَنْتَ وَمَالُك لِوَالِدِكَ، إِنَّ أَوْلَادَكُمْ مِنْ أَطْيَبِ كَسْبِكُمْ، فَكُلُوا مِنْ كَسْبِ أَوْلَادِكُمْ

Dari [Abdullah bin Umar], sesungguhnya seseorang datang menghadap Nabi saw dan berkata;

“Wahai Rasulullah, aku memiliki harta dan anak. Tetapi anakku ingin mengambil semua hartaku”. Beliau bersabda; “Engkau dan seluruh hartamu adalah milik anakmu. Sesungguhnya anak-anak kalian adalah usaha terbaik kalian. Maka, makanlah dari usaha anak-anak kalian.”

(HR. Abu Dawud, Shahih Lighoirihi)

 

 

Pesan dari hadis di atas adalah:

  • Bahwa harta yang dimiliki seseorang adalah seyogyanya milik anak mereka.

Takhrij :
Tirmidzi : 1278
Nasa’i : 4374
Ibnu Majah : 2281, 2283
Ahmad : 6706, 24474, 23005