Larangan Mendo’akan Keburukan


عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ :قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ :

لَا تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَوْلَادِكُمْ وَلَا تَدْعُوا عَلَى خَدَمِكُمْ وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ لَا تُوَافِقُوا مِنْ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى سَاعَةَ نَيْلٍ فِيهَا عَطَاءٌ فَيَسْتَجِيبَ لَكُمْ

 

Dari [Jabir bin Abdullah], ia berkata; Rasulullah SAW bersabda:

“Janganlah kalian mendo’akan kecelakaan atas diri kalian, janganlah kalian mendo’akan kecelakaan bagi anak-anak kalian, dan janganlah kalian mendo’akan kecelakaan atas pembantu kalian, dan janganlah kalian mendo’akan kecelakaan atas harta kalian, jangan sampai kalian berdoa tepat saat diperolehnya pemberian sehingga Allah mengabulkan do’a kalian.”

(HR. Abu Dawud, Hasan)

 

Pesan dari hadis di atas adalah:

  • Seorang orangtua hendaknya tidak mendoakan anaknya tentang keburukan. Karena ridho Allah itu terletak pada ridho orangtua, dan murka Allah itu terletak pada murka orangtua. Maka jika dalam keadaan marahpun, hendaknya orangtua jangan sampai mendoakan anaknya akan keburukan.

Takhrij :
Muslim : 5328
Abu Dawud : 2711
Tirmidzi : 1227
Ahmad : 8354, 14973