Zuhud


عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِىِّ قَالَ أَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ دُلَّنِى عَلَى عَمَلٍ إِذَا أَنَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِىَ اللَّهُ وَأَحَبَّنِىَ النَّاسُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-:

ازْهَدْ فِى الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ وَازْهَدْ فِيمَا فِى أَيْدِى النَّاسِ يُحِبُّوكَ

(رواه إبن ماجه)

Dari Sahl bin Sa’ad As Sa’idi, ia berkata ada seseorang yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah padaku suatu amalan yang apabila aku melakukannya, maka Allah akan mencintaiku dan begitu pula manusia.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Zuhudlah pada dunia, Allah akan mencintaimu. Zuhudlah pada apa yang ada di sisi manusia, manusia pun akan mencintaimu.”

 

(HR. Ibnu Majah)[1]

Mutiara Hadis:

  • Salah satu sifat yang disukai oleh Allah dan Rasulnya ialah zuhud terhadap perkara apa saja yang ia lakukan di dunia ini.
  • Sikap zuhud akan membuat seseorang merasa bahwa ia tidak berarti apa-apa didunia ini, dia akan senantiasa dekat terhadap Rabb-Nya serta berusaha untuk meninggalkan perkara-perkara yang akan membuat dia jauh terhadap penciptanya, yaitu Allah Swt.

Mausuah al-Hadis, hadis riwayat Ibnu Majah no. 4100. Juga diriwayatkan dalam Muslim no. 2858 dan Tirmidzi no. 2320.