عَنْ أُمِّ العَلاَءِ قَالَتْ : عَادَنِيْ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا مَرِيْضَةً، فَقَالَ :
اَبْشِرِىْ يَا أُمِّ العَلاَءِ، فَإِنِّ مَرَضَ المُسْلِمِ يُذْ هِبُ اللَّهُ بِهِ خَطَايَاهُ كَمَا تُذْ هِبُ النَّارُ خَببَثَ الذَّهَبِ وَالفِضَّةِ
(رواه أبو داود)
“Dari Ummu Al-Ala’, dia berkata :”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguk-ku tatkala aku sedang sakit, lalu beliau berkata.
‘Gembirakanlah wahai Ummu Al-Ala’. Sesungguhnya sakitnya orang Muslim itu membuat Allah menghilangkan kesalahan-kesalahan, sebagaimana api yang menghilangkan kotoran emas dan perak”.[1]
(H.R. Abu Dawud)
Mutiara Hadis:
- Seberapa besar cobaan yang dihadapi manusia itu tergantung pada dan sesuai dengan ujian keimanan dari dirinya sendiri.
- Setiap manusia pasti akan diuji keimanannya oleh Allah, apakah dia pantas dan layak di jadikan seorang yang beriman dan bertaqwa padanya atau malah sebaliknya.
Mausuah al-Hadis, hadis riwayat Abu Dawud no. 3092, juga diriwayatkan dalam Muslim12 5, At-Tirmidzi no. 1509, Ibnu Majah no. 4023, Ad-Darimy 320,dan Ahmad 172.