Menjauhi Marah


حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبِرْنِي بِكَلِمَاتٍ أَعِيشُ بِهِنَّ وَلَا تُكْثِرْ عَلَيَّ فَأَنْسَى قَالَ:

اجْتَنِبْ الْغَضَبَ

ثُمَّ أَعَادَ عَلَيْهِ فَقَالَ:

اجْتَنِبْ الْغَضَبَ

(رواه احمد)

Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Az Zuhri dari Humaid bin ‘Abdur Rahman bin ‘Auf dari seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa seseorang berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: Beritahukanlah kalimat-kalimat padaku yang dengannya aku hidup dan janganlah tuan memperbanyaknya hingga aku lupa. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

“Jauhilah marah.”

Orang itu mengulangi lagi lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

“Jauhilah marah.”

(H.R. Ahmad)

 

Mutiara Hadis:

  • Anjuran untuk menjauhi marah
  • Biasanya, saat seseorang marah baik disebabkan oleh sesuatu yang tidak disukainya tiba-tiba akan merasa ingin meluapkan kemarahan dan rasa dari dalam dirinya.
  • Sebagaimana nasihat Nabi diatas, marah itu dapat dihindari. Salah satu diantaranya jika ia marah dalam keadaan berdiri hendaklah ia duduk, jika ia marah dalam keadaan duduk hendaklah ia berbaring, dan jika ia marah dalam keadaan berbaring hendaklah ia berwudlu dan melakukan shalat.