Nikmatnya Iman


عَنْ الْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:

ذَاقَ طَعْمَ الْإِيمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا

(رواه مسلم)

Dari al-Abbas bin Abdul Muththalib bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Orang yang ridla dengan Allah sebagai Rabb dan Islam sebagai agama serta Muhammad sebagai Rasul, maka dia telah merasakan nikmatnya iman.”

(HR. Muslim)[1]

Mutiara Hadis:

  • Kewajiban ridha menjadikan Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai utusan-Nya.
  • Jika iman menggenang di hati, maka seseorang akan merasakan kelezatan dan kemanisan iman. Dimudahkan-Nya untuk mengamalkan ajaran-ajaran Islam yang menjadi tuntutannya.
  • Kemanisan iman ditandai dengan adanya kelezatan dalam mengukir ketaatan dan selalu berminat melaksanakannya.

Mausuah al-Hadis, hadis riwayat Abu Dawud no. 1306, dan juga diriwayatkan dalam Tirmidzi no. 2547, dan Ahmad no. 1682, 1683, 10679, 18200.