Kebebasan Berpendapat


عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ  قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  :

لَا تَكُونُوا إِمَّعَةً تَقُولُونَ إِنْ أَحْسَنَ النَّاسُ أَحْسَنَّا وَإِنْ ظَلَمُوا ظَلَمْنَا وَلَكِنْ وَطِّنُوا أَنْفُسَكُمْ إِنْ أَحْسَنَ النَّاسُ أَنْ تُحْسِنُوا وَإِنْ أَسَاءُوا فَلَا تَظْلِمُوا

Dari Hudzaifah ia berkata; Rasulullah saw bersabda:

“Janganlah kalian menjadi orang yang suka mengekor orang lain. Jika manusia menjadi baik, maka kami juga akan berbuat baik. Dan jika mereka berbuat zhalim, maka kami juga akan berbuat zhalim.’ Akan tetapi mantapkanlah hati kalian, jika manusia berbuat baik kalian juga berbuat baik, namun jika mereka berlaku buruk, janganlah kalian berbuat zhalim.”

 

Hadis riwayat Tirmidzi 1930.

Mutiara Hadis:

  • Rasulullah saw mendorong kita agar memiliki sifat self assertion (pemunculan diri) dan kebebasan berpendapat.
  • Beliau melarang kita menjadi orang yang mengekor orang lain. Maksudnya, berpendapat seperti pendapat orang-orang dan berbuat seperti perbuatan orang lain tanpa memiliki kemampuan mencari dan memilih pendapat sesuai yang mereka inginkan.