عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:
مَنْ الْتَمَسَ رِضَا اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ كَفَاهُ اللَّهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ وَمَنْ الْتَمَسَ رِضَا النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ وَكَلَهُ اللَّهُ إِلَى النَّاسِ
(رواه الترمذي)
Dari Aisyah Ummul Mu`minin radliallahu ‘anha berkata aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Barangsiapa yang mencari keridlaan Allah sekalipun memperoleh kebencian manusia, Allah akan mencukupkan dia dari ketergantungan kepada manusia dan barangsiapa yang mencari keridlaan manusia dengan mendatangkan kemurkaan dari Allah, maka Allah akan menjadikannya bergantung kepada manusia.”
(HR. Tirmidzi)
Mutiara Hadis:
- Wajib mendahulukan ketaatan kepada Tuhan para hamba daripada ketaatan kepada para hamba.
- Tidak ada sarana yang lain untuk mendekatkan diri kepada Allah selain dengan beribadah yang ikhlas kepada-Nya. Dan keridhaan Allah tidak akan bisa diraih selain dengan mentaati-Nya, beribadah kepada-Nya dengan cara yang benar.
- Barangsiapa menjual agamanya dengan perhiasan dunia yang fana serta takut kepada manusia dan mentaati mereka dalam bermaksiat kepada Allah dan tidak takut kepada Allah, maka Allah akan menghinakannya dan membongkar rahasianya serta urusannya dipikulkan kepadanya.
Mausuah al-Hadis