Anjuran Berdoa


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي

(رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“(Do’a) kalian akan diijabahi selagi tidak terburu-buru, dengan mengatakan; ‘Aku telah berdo’a, namun tidak kunjung diijabahi.'”

 

(HR. Muslim)[1]

Mutiara Hadis:

  • Anjuran untuk senantiasa berdo’a agar meraih sesuatu yang diinginkan adalah dibenarkan secara syar’i.
  • Wajib mengimani bahwa Allah mengabulkan permohonan seseorang atau memberi sebaik-baik apa yang ia minta atau menjauhkan dari sesuatu yang tak disukai, atau menyimpan untuknya di akhirat. Tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah dalam keadaan apa pun jua.
  • Tergesa-gesa dalam berdo’a akan menghalangi keterkabulan do’a. Dampak buruknya seseorang akan berpaling dari berdo’a dan bahkan meninggalkannya.

Mausuah al-Hadis, hadis riwayat Muslim no. 4916 dan juga diriwayatkan dalam Abu Dawud no. 1269, Tirmidzi no. 3309, Ibnu Majah no. 3843, Ahmad no. 8784, 9921,  dan Malik no. 446.