عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
(رواه البخاري)
Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan keletihan, kehawatiran dan kesedihan, dan tidak juga gangguan dan kesusahan bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya.”
(HR. Bukhari )[1]
Mutiara Hadis:
- Semua orang pernah merasakan bentuk dari musibah atau masalah, maka wajib bersabar atasnya. Dan seyogyanya ia mengambil sebab-sebab keselamatan dari musibah sebagai bentuk tawakal kepada Allah .
- Hadis ini dan hadis-hadis sejenisnya membawa kabar gembira bagi setiap muslim, dimana tidaklah mereka merasakan musibah dunia melainkan mereka akan mendapatkan penghapusan dosa-dosa atau diangkat derajat di sisi Allah Ta’ala.
- Wajib bagi seorang muslim memohon kepada Allah keselamatan dan kesehatan dari musibah sebelum menimpanya dan setelah menimpanya juga.
Mausuah al-Hadis, hadis riwayat Bukhari no. 5210. juga diriwayatkan dalam Ahmad no. 7684, 8070, 10714, 10759, 10908, 11024, 11345, dan Darimi no. 2868.