Anjuran Doa di Malam Hari


عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

إِنَّ مِنْ اللَّيْلِ سَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

(رواه مسلم)

Dari Jabir bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya di antara waktu malam itu terdapat suatu saat, tidaklah seorang muslim menemui saat itu dan memohon kebaikan kepada Allah, kecuali Allah akan memperkenankannya.”

 

(HR. Muslim)[1]

Mutiara Hadis:

  • Hadis ini menganjurkan untuk berdo’a di setiap waktu di malam hari, dengan harapan mendapati waktu ijabah.
  • Ini merupakan waktu mustajab yang mungkin disembunyikan Allah agar para hamba bersungguh-sungguh dalam mencarinya pada semua bagian malam, sebagaimana menyembunyikan waktu mustajab pada hari Jum’at agar para hamba sungguh-sungguh mencarinya pada semua waktu pada hari Jum’at.
  • Hadis ini juga mengandung anjuran untuk berdo’a dan beristighfar di semua waktu malam muncul cahaya fajar, namun akhir malam lebih utama daripada awalnya untuk shalat, berdo’a dan beristighfar.

Mausuah al-Hadis no. 883 dan juga diriwayatkan dalam Ahmad no. 13835, 14017, 14219, 22675.