عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ
(رواه مسلم)
Dari ‘Aisyah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau telah bersabda:
“Sesungguhnya kasih sayang itu tidak akan berada pada sesuatu melainkan ia akan menghiasinya (dengan kebaikan). Sebaliknya, jika kasih sayang itu dicabut dari sesuatu, melainkan ia akan membuatnya menjadi buruk.”
(HR. Muslim)[1]
Mutiara Hadis:
- Lemah lembut merupakan metode dalam dakwah, tarbiyah (pendidikan), pengajaran dan berinteraksi dengan orang lain.
- Lemah lembut mendatangkan kebaikan, sedangkan sebaliknya sikap kasar selalu mendatangkan keburukan.
- Penting bagi kita untuk menghiasi diri dengan kelemahlembutan, karena ia akan memperindah semua perkara.
Mausuah al-Hadis, Hadis riwayat Abu Dawud No. 4174 dan juga diriwayatkan dalam Ahmad No. 13042, 23791, dan 24217.