وَعَنْه قَالَ : قَالَ رسُوْلُ الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم :
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لا تَدْخُلُوا الجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، ولا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا، أَوَ لا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوه تَحَابَبْتُمْ ؟ أَفْشُوا السَّلامَ بينَكم .
(رَوَاهُ مُسْلِمٌ)
Dari Abu Hurairah ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda:
“Demi Dzat yang jiwaku ada di dalam genggaman-Nya, kalian tidak dapat masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian belum disebut beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian tentang sesuatu yang jika kalian lakukan, kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.
(HR. Muslim)[1]
Mutiara Hadis:
- Biasakanlah menebar salam pada sesama
- Ucapan salam hendaknya dengan kalimat yang dianjurkan oleh Rasulullah juga
Mausuah al-Hadis, hadis diriwayatkan oleh Muslim, hadis no. 81; Abu Daud, hadis no. 4519; al-Tirmizi, hadis no. 2612; Ibn Majah, hadis no. 67 dan 3682; Ahmad, hadis no. 8723, 9332, 9788, 10027 dan 10238.