Tentang Akibat Meminta-minta


حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي اللَّيْثُ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي جَعْفَر عَنْ حَمْزَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَاهُ يَقُولُا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

 مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ حَتَّى يَأْتِيَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَيْسَ فِي وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ

 (رواه مسلم)

Telah menceritakan kepada kami Abu Thahir, telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Wahb, telah mengabarkan kepadaku Laits, dari Ubaidullah bin Abu Ja’far, Dari Hamzah bin Abdullah bin Umar bahwa ia mendengar bapaknya berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Tidaklah seseorang terus meminta-minta hingga kelak pada hari kiamat ia bertemu Allah dalam keadaan tidak ada daging sedikitpun di wajahnya.

(HR. Muslim no. 1725)

 

Penjelasan Hadis

Dalam hadis di atas, Rasul memberi peringatan bagi orang yang suka meminta-minta. Namun tidak setiap “meminta-minta” terkena ancaman seperti itu, perlu kita lihat konteks “meminta-minta” seperti apa yang dilarang oleh Rasul. Meminta-minta yang dimaksud Rasul adalah seseorang mengemis padahal ia adalah orang yang mampu.

 


Hadis ini dikuatkan dalam Shahih Bukhari no. 1381, Sunan Nasai no. 2538