أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي الْجُودِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُهَاجِرِ عَنْ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِي كَرِبَ أَبِي كَرِيمَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
أَيُّمَا مُسْلِمٍ ضَافَ قَوْمًا فَأَصْبَحَ الضَّيْفُ مَحْرُومًا فَإِنَّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ نَصْرَهُ حَتَّى يَأْخُذَ لَهُ بِقِرَى لَيْلَتِهِ مِنْ زَرْعِهِ وَمَالِهِ
(رواه الدارمي)
Telah mengabarkan kepada kami Yazid bin Harun telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Al Judi dari Sa’id bin Al Muhajir dari Al Miqdam bin Ma’di Karib Abu Karimah, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Seorang muslim manapun yang bertamu ke suatu kaum namun hingga pagi hari ia tidak mendapatkan jamuan, maka kewajiban setiap muslim lainnya untuk menolong hingga ia mengambil haknya dengan membuatkan jamuan malamnya dari hasil tanaman dan hartanya.”
(HR. Darimi no. 1950)
Penjelasan Singkat
Dari hadis di atas, merupakan adab bertetangga, yaitu dengan membantu untuk meringankan beban tuan rumah yang kurang mampu yang sedang kedatangan tamu untuk membantu memberikan jamuan untuk tamunya.
Hadis ini dikuatkan dalam Sunan Abu Dawud no. 3259, Musnad Ahmad no. 16544, 16545, 16549, 16567.