Larangan Menunda-munda Membayar Hutang


حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ أَخِي وَهْبِ بْنِ مُنَبِّهٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ

(رواه البخاري)

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami ‘Abdul A’laa dari Ma’mar dari Hammam bin Munabbih, saudaranya Wahb bin Munabbih bahwa dia mendengar Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Menunda pembayaran hutang bagi orang kaya adalah kezhaliman”.

(HR. Bukhari no. 2225)

 

Penjelasan singkat 

Hadis ini menjelaskan bahwa bagi orang kaya yang menunda atau mengulur waktu pembayaran hutang, maka dia termasuk golongan orang yang zalim.

 


Hadis ini dikuatkan dalam Shahih Muslim no. 2924, Sunan Abu Daud no. 2903, Sunan Tirmidzi no. 1229, 1230, Sunan Nasai no. 4609.