حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ حَدَّثَنَا بَشِيرُ بْنُ سَلْمَانَ كَانَ يَنْزِلُ فِي مَسْجِدِ الْمَطْمُورَةِ عَنْ سَيَّارٍ أَبِي حَمْزَةَ عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
مَنْ أَصَابَتْهُ فَاقَةٌ فَأَنْزَلَهَا بِالنَّاسِ لَمْ تُسَدَّ فَاقَتُهُ وَمَنْ أَنْزَلَهَا بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَوْشَكَ اللَّهُ لَهُ بِالْغِنَى إِمَّا أَجَلٌ عَاجِلٌ أَوْ غِنًى عَاجِلٌ
(رواه أحمد)
Telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad Az Zubairi telah menceritakan kepada kami Basyir bin Sulaiman, ia singgah di masjid Al Mathmurah, dari Sayyar Abu Hamzah dari Thariq bin Syihab Dari Abdullah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang tertimpa kemiskinan kemudian ia mengadukannya kepada manusia maka kemiskinannya itu tidak akan terselesaikan. Dan barangsiapa mengadukannya kepada Allah Azza wa Jalla niscaya Allah akan cepat memberinya kekayaan, baik lambat atau cepat; atau kekayaan yang cepat.”
(HR. Ahmad no. 3675)
Penjelasan singkat
Hadis diatas menjelaskan jika ada manusia yang tertimpa kemiskinan lalu ia mengadukannya kepada sesama manusia (meminta-minta atau memperlihatkan kemiskinannya) maka Allah tidak akan membuatnya jadi orang yang kaya, namun jika manusia mengadukan kemiskinan dengan selalu beribadah dan ada usaha untuk bekerja tanpa meminta-minta maka nisacaya Allah kan segera memberinya kekayaan.
Hadis ini shahih menurut sanadnya, akan tetapi hadis ini dikuatkan oleh riwayat Sunan Tirmidzi no. 2248.