حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنِي شَرِيكُ بْنُ أَبِي نَمِرٍ أَنَّ عَطَاءَ بْنَ يَسَارٍ وَعَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ أَبِي عَمْرَةَ الْأَنْصَارِيَّ قَالَا سَمِعْنَا أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
لَيْسَ الْمِسْكِينُ الَّذِي تَرُدُّهُ التَّمْرَةُ وَالتَّمْرَتَانِ وَلَا اللُّقْمَةُ وَلَا اللُّقْمَتَانِ إِنَّمَا الْمِسْكِينُ الَّذِي يَتَعَفَّفُ وَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ يَعْنِي قَوْلَهُ
{ لَا يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا }
(رواه البخاري)
Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Maryam Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far dia berkata; Telah menceritakan kepadaku Syarik bin Abu Namir bahwa Atha bin Yasar dan Abdurrahman bin Abu ‘Amrah Al Anshari keduanya berkata; Kami mendengar Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Orang yang miskin bukanlah orang yang merasa telah cukup dengan satu atau dua buah kurma, atau sesuap atau dua suap makanan. Tetapi orang miskin adalah orang yang tidak meminta-minta dan menunjukan kemiskinannya kepada orang lain. Jika kalian mau, bacalah firman Allah: “Mereka tidak meminta-minta kepada orang lain.” (Al Baqarah: 273).
(HR. Bukhari no. 4175)
Penjelasan Hadis
Dalam hadis ini, Rasul memberikan salah satu kriteria “orang miskin”. Rasul memberitahukan bahwa orang miskin bukanlah orang yang memiliki persediaan makanan yang sedikit, namun ialah orang yang mengumbar-umbar kemiskinannya pada orang lain meskipun ia tidak meminta-minta.
Hadis ini dikuatkan dalam Shahih Muslim no. 1732, Sunan Abu Dawud no. 1390, Sunan Nasai no. 2524,2526, Musnad Ahmad no.3454, 4039, 7229, 7840, 8748, 8777, 9370, 9422, 9510, 9687, 1564.